Samuel Wattimena Apresiasi Ruang Pamer untuk Karya Semarang Night Carnival

  • 09 Sep 2026 13:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang yang merealisasikan masukannya untuk menyediakan ruang pamer bagi karya peserta Semarang Night Carnival (SNC), khususnya karya kostum yang memanfaatkan sampah dan bahan daur ulang. Samuel mengatakan, dirinya berterima kasih kepada Wali Kota Semarang yang masih mengingat gagasan tersebut dan berupaya menindaklanjutinya dengan menyediakan ruang khusus bagi karya-karya kreatif peserta SNC.

"Saya terus terang berterima kasih bahwa beliau ternyata masih menyimpan masukan saya tersebut dan kemudian masih berusaha mengeksekusi hal tersebut," kata Samuel baru-baru ini. Menurutnya, keberadaan ruang pamer menjadi langkah penting untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku seni dan kreator yang terlibat dalam Semarang Night Carnival.

Terlebih, sejumlah karya kostum SNC dibuat dengan memanfaatkan sampah dan bahan bekas sehingga memiliki nilai seni sekaligus pesan edukasi tentang kepedulian terhadap lingkungan. Selama ini, karya peserta SNC umumnya hanya dapat dinikmati masyarakat saat pelaksanaan karnaval.

Dengan adanya ruang pamer permanen, karya-karya tersebut diharapkan dapat terus ditampilkan dan menjadi bagian dari pengembangan potensi ekonomi kreatif, pariwisata, serta edukasi pengelolaan sampah di Kota Semarang. Samuel mengaku akan segera melakukan tindak lanjut untuk mengetahui secara detail lokasi dan konsep ruang yang telah disiapkan Pemerintah Kota Semarang.

"Setelah Ibu Wali Kota tadi menyampaikan bahwa ruang sudah disediakan, tentunya saya akan mem-follow up. Saya ingin tahu persisnya tempatnya di mana," ujarnya.

Ia mengatakan, pengembangan ruang pamer tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Samuel berencana menggandeng berbagai unsur, mulai dari bidang kebudayaan, seni, ekonomi kreatif, lingkungan hidup, hingga pariwisata.

"Saya tentunya akan bekerja sama dengan kebudayaan, dengan seni, dengan dinas kebudayaan, dan juga yang bergerak di pariwisata," katanya. Perancang busana tersebut menilai, SNC memiliki potensi besar tidak hanya sebagai agenda hiburan tahunan, tetapi juga sebagai wadah untuk mengembangkan industri kreatif berbasis seni, budaya, dan kepedulian lingkungan.

Menurutnya, pemanfaatan sampah sebagai material kostum menunjukkan bahwa limbah dapat diolah menjadi karya bernilai estetis dan ekonomi. Oleh karena itu, karya-karya yang dihasilkan dalam perhelatan tersebut perlu mendapatkan ruang apresiasi yang lebih berkelanjutan.

Kehadiran ruang pamer diharapkan mampu memperpanjang nilai manfaat karya peserta dan memperkenalkan kreativitas berbasis daur ulang. Selain itu, juga menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang.

Samuel menambahkan, tindak lanjut dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar ruang pamer tersebut dapat dikelola secara optimal. Dengan demikian, ruang pamer tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi para seniman, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat yang bergerak dalam pengelolaan sampah di Kota Semarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....