Raih Juara Umum, NPCI Semarang Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas

  • 09 Sep 2026 11:32 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Prestasi atlet penyandang disabilitas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Semarang yang berhasil meraih juara umum dalam ajang olahraga pelajar daerah, menjadi modal memperkuat pembinaan olahraga disabilitas secara berkelanjutan. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten.

Ketua NPCI Kota Semarang, Nur Sholikin, SH. MH mengatakan, prestasi atlet diharapkan tidak berhenti pada perolehan medali, tetapi mampu menginspirasi lebih banyak penyandang disabilitas untuk aktif berolahraga dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Pembinaan perlakuan yang berlanjut ini tentu menjadi penting dan ini menjadi modal utama bagi teman-teman untuk meningkatkan prestasi,” katanya saat diwawancarai RRI Semarang, Rabu 9 September 2026.

Menurut Nur, pembinaan olahraga disabilitas tidak hanya bertujuan mencetak atlet berprestasi. Lebih dari itu, pembinaan perlu membangun ekosistem olahraga yang melibatkan pemerintah, masyarakat, keluarga, dan organisasi olahraga.

Dukungan pemerintah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembinaan. Fasilitasi dan stimulan bagi atlet maupun organisasi olahraga disabilitas dapat membantu pengembangan potensi atlet secara lebih terukur.

“Dukungan masyarakat, dukungan negara, dan dukungan organisasi ini menjadi satu kesatuan dalam peningkatan pembinaan dan pencapaian prestasi menuju prestasi terbaik,” katanya.

Nur menilai capaian atlet NPCI Semarang tidak semestinya hanya diukur dari jumlah medali yang diperoleh. Prestasi tersebut juga dapat menjadi motivasi bagi penyandang disabilitas lainnya bahwa kondisi fisik bukan penghalang untuk mengembangkan kemampuan melalui olahraga.

Karena itu, NPCI Semarang juga mendorong edukasi kebugaran melalui aktivitas olahraga ringan yang dapat dilakukan sesuai klasifikasi dan kemampuan masing-masing penyandang disabilitas.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas keterlibatan penyandang disabilitas dalam aktivitas olahraga, sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Dengan menggabungkan pembinaan prestasi dan edukasi kebugaran, NPCI Semarang menargetkan munculnya lebih banyak bibit atlet potensial dari kalangan penyandang disabilitas. Upaya tersebut sekaligus diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat disabilitas melalui pola hidup yang lebih aktif.RRI.CO.ID, Semarang – Prestasi atlet penyandang disabilitas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Semarang yang berhasil meraih juara umum dalam ajang olahraga pelajar daerah, menjadi modal memperkuat pembinaan olahraga disabilitas secara berkelanjutan. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten.

Ketua NPCI Kota Semarang, Nur Sholikin, SH. MH mengatakan, prestasi atlet diharapkan tidak berhenti pada perolehan medali, tetapi mampu menginspirasi lebih banyak penyandang disabilitas untuk aktif berolahraga dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Pembinaan perlakuan yang berlanjut ini tentu menjadi penting dan ini menjadi modal utama bagi teman-teman untuk meningkatkan prestasi,” katanya saat diwawancarai RRI Semarang, Rabu 9 September 2026.

Menurut Nur, pembinaan olahraga disabilitas tidak hanya bertujuan mencetak atlet berprestasi. Lebih dari itu, pembinaan perlu membangun ekosistem olahraga yang melibatkan pemerintah, masyarakat, keluarga, dan organisasi olahraga.

Dukungan pemerintah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembinaan. Fasilitasi dan stimulan bagi atlet maupun organisasi olahraga disabilitas dapat membantu pengembangan potensi atlet secara lebih terukur.

“Dukungan masyarakat, dukungan negara, dan dukungan organisasi ini menjadi satu kesatuan dalam peningkatan pembinaan dan pencapaian prestasi menuju prestasi terbaik,” katanya.

Nur menilai capaian atlet NPCI Semarang tidak semestinya hanya diukur dari jumlah medali yang diperoleh. Prestasi tersebut juga dapat menjadi motivasi bagi penyandang disabilitas lainnya bahwa kondisi fisik bukan penghalang untuk mengembangkan kemampuan melalui olahraga.

Karena itu, NPCI Semarang juga mendorong edukasi kebugaran melalui aktivitas olahraga ringan yang dapat dilakukan sesuai klasifikasi dan kemampuan masing-masing penyandang disabilitas.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas keterlibatan penyandang disabilitas dalam aktivitas olahraga, sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Dengan menggabungkan pembinaan prestasi dan edukasi kebugaran, NPCI Semarang menargetkan munculnya lebih banyak bibit atlet potensial dari kalangan penyandang disabilitas. Upaya tersebut sekaligus diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat disabilitas melalui pola hidup yang lebih aktif.RRI.CO.ID, Semarang – Prestasi atlet penyandang disabilitas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Semarang yang berhasil meraih juara umum dalam ajang olahraga pelajar daerah, menjadi modal memperkuat pembinaan olahraga disabilitas secara berkelanjutan. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten.

Ketua NPCI Kota Semarang, Nur Sholikin, SH. MH mengatakan, prestasi atlet diharapkan tidak berhenti pada perolehan medali, tetapi mampu menginspirasi lebih banyak penyandang disabilitas untuk aktif berolahraga dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Pembinaan perlakuan yang berlanjut ini tentu menjadi penting dan ini menjadi modal utama bagi teman-teman untuk meningkatkan prestasi,” katanya saat diwawancarai RRI Semarang, Rabu 9 September 2026.

Menurut Nur, pembinaan olahraga disabilitas tidak hanya bertujuan mencetak atlet berprestasi. Lebih dari itu, pembinaan perlu membangun ekosistem olahraga yang melibatkan pemerintah, masyarakat, keluarga, dan organisasi olahraga.

Dukungan pemerintah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembinaan. Fasilitasi dan stimulan bagi atlet maupun organisasi olahraga disabilitas dapat membantu pengembangan potensi atlet secara lebih terukur.

“Dukungan masyarakat, dukungan negara, dan dukungan organisasi ini menjadi satu kesatuan dalam peningkatan pembinaan dan pencapaian prestasi menuju prestasi terbaik,” katanya.

Nur menilai capaian atlet NPCI Semarang tidak semestinya hanya diukur dari jumlah medali yang diperoleh. Prestasi tersebut juga dapat menjadi motivasi bagi penyandang disabilitas lainnya bahwa kondisi fisik bukan penghalang untuk mengembangkan kemampuan melalui olahraga.

Karena itu, NPCI Semarang juga mendorong edukasi kebugaran melalui aktivitas olahraga ringan yang dapat dilakukan sesuai klasifikasi dan kemampuan masing-masing penyandang disabilitas.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas keterlibatan penyandang disabilitas dalam aktivitas olahraga, sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Dengan menggabungkan pembinaan prestasi dan edukasi kebugaran, NPCI Semarang menargetkan munculnya lebih banyak bibit atlet potensial dari kalangan penyandang disabilitas. Upaya tersebut sekaligus diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat disabilitas melalui pola hidup yang lebih aktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....