Percepat Pertumbuhan Jati Plus, Perhutani Uji Nutrimon di Telawa
- 09 Sep 2026 11:53 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Boyolali - Perhutani KPH Telawa menguji formula nutrisi hormon atau Nutrimon untuk mempercepat pertumbuhan tanaman Jati Plus Perhutani (JPP). Uji coba dilakukan pada 30 pohon JPP Stek Pucuk (JPP SP) di petak 15c-2 seluas 3,6 hektare, wilayah RPH Ngaren, BKPH Kedungcumpleng, Boyolali, Selasa, 8 September 2026.
Kepala Departemen Produksi Perum Perhutani Jawa Tengah, Ida Jatiyana mengatakan, penggunaan Nutrimon merupakan bagian dari inovasi pengembangan JPP untuk meningkatkan produktivitas kayu. Formula tersebut diujicobakan dengan membandingkan pertumbuhan pohon yang diberi perlakuan dengan tanaman di sekitarnya yang tidak mendapatkan tambahan nutrisi.
“Pertumbuhan Jati Plus Perhutani menggunakan nutrimon ini jauh lebih besar dibandingkan diameter pohon jati yang ditanam secara konvensional. Pemberian nutrimon juga sebagai upaya mempercepat pertumbuhan tanaman jati untuk mendapatkan masa tebang dengan daur pendek sehingga bisa mempercepat pendapatan perusahaan,” katanya.
Menurut Ida, pengembangan JPP dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kayu sekaligus memenuhi kebutuhan industri furnitur kayu, baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Upaya tersebut dilakukan melalui penelitian dan serangkaian kegiatan pemuliaan pohon, termasuk penggunaan formula nutrisi hormon atau Nutrimon.
Dalam uji coba tersebut, pemberian Nutrimon dilakukan dengan metode menyayat kulit tanaman kemudian menyiramkan formula tersebut sebagai nutrisi tambahan. Sebanyak 30 pohon JPP SP tahun tanam 2020 menjadi tanaman perlakuan yang selanjutnya akan diamati pertumbuhannya secara berkala.
Pertumbuhan tanaman yang diberi Nutrimon nantinya dibandingkan dengan pohon di sekitarnya yang tidak mendapatkan perlakuan. Perbandingan tersebut menjadi bagian penting untuk melihat efektivitas formula dalam mendorong pertumbuhan JPP.
Administratur KPH Telawa Titus Aryanto mengatakan, pihaknya akan memantau perkembangan tanaman hasil uji coba tersebut. Ia berharap tambahan nutrisi dan hormon dapat membantu JPP tumbuh lebih cepat, terutama pada lahan dengan tingkat kesuburan yang rendah.
“Uji coba pemberian nutrisi dan hormon di petak 15c-2 wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngaren, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedungcumpleng. Selanjutnya, perkembangan pertumbuhan akan selalu kami pantau sebagai suatu inovasi yang baik ke depannya pemberian nutrimon bisa direplikasi di tempat lain, khususnya di lahan- lahan yang tingkat kesuburannya rendah," ucap Titus.
Sementara itu, Ketua LMDH Rekso Wono, Supardi, yang merupakan mitra pengelolaan hutan di petak tersebut, menyambut positif uji coba Nutrimon. “Pemberian Nutrimon pada tanaman JPP SP bisa menghasilkan produksi kayu yang diminati pasar sebagai bahan pokok furnitur yang berkualitas,” ujar Supardi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....