Kafilah Jateng Siap Raih Target Juara di MTQ Nasional 2026

  • 03 Sep 2026 21:36 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Setelah ditempa melalui pembinaan intensif sejak April 2026, kafilah Jawa Tengah kini memasuki tahap akhir persiapan menghadapi MTQ Nasional XXXI 2026. Latihan berbulan-bulan itu menjadi bekal untuk meraih target prestasi Jawa Tengah saat berlaga pada 11-20 September 2026.

Pemusatan latihan terakhir berlangsung di Asrama Haji Manyaran, Kota Semarang, dengan materi yang disesuaikan karakter masing-masing cabang. Para peserta tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga ditempa secara mental agar siap menghadapi tekanan perlombaan.

Salah seorang peserta, Manbaul Ulum asal Kabupaten Jepara, merasakan langsung ketatnya pembinaan untuk menghadapi MTQ Nasional pertamanya. Hal itu diungkapkannya saat ditemui di Asrama Haji Manyaran, Semarang, Rabu 2 September 2026.

Peserta cabang kaligrafi digital putra itu menjalani latihan dari pagi hingga malam untuk memastikan kemampuan dan ketahanan fisiknya siap menghadapi perlombaan. “Kami digembleng dari pagi sampai malam untuk cabang kaligrafi,” kata Ulum.

Pembinaan Ulum bersama peserta cabang kaligrafi telah berlangsung sejak April melalui karantina di Jakarta. Setiap bulan, mereka menjalani karantina selama dua pekan dan kembali ke daerah selama dua pekan sebelum melanjutkan pembinaan berikutnya.

Pola latihan tersebut disesuaikan dengan karakter lomba kaligrafi yang membutuhkan konsentrasi dan daya tahan tinggi. Peserta nantinya harus menyelesaikan karya dalam waktu hingga delapan jam sehingga latihan juga dirancang untuk membangun ketahanan selama berada di arena pertandingan.

“Kaligrafi beda dengan cabang lain yang waktunya sebentar-sebentar. Kalau kaligrafi nanti lombanya delapan jam, makanya pelatihannya juga beda,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan rangkaian karantina di Jakarta, Ulum melanjutkan training camp selama sekitar satu bulan di Asrama Haji Manyaran. Pembinaan akan terus berjalan hingga seluruh kafilah diberangkatkan menuju arena MTQ Nasional.

Bagi Ulum, pembinaan tahun ini memberikan pengalaman berbeda karena peserta mendapat pendampingan dari pembina yang memiliki pengalaman di tingkat nasional hingga internasional. Materi yang diberikan juga semakin detail, termasuk teknik dan strategi untuk meningkatkan kualitas karya saat perlombaan.

Kesempatan tampil di tingkat nasional menjadi pencapaian baru bagi Ulum setelah sebelumnya meraih juara II MTQ tingkat Jawa Tengah. Untuk pertama kalinya, ia dipercaya memperkuat kafilah Jawa Tengah dan membawa harapan daerah ke panggung nasional.

Kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur sekaligus Ketua Umum LPTQ Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di tengah training camp turut membakar semangat para peserta. Dukungan tersebut semakin menguatkan tekad kafilah untuk mengejar prestasi terbaik bagi Jawa Tengah.

“Kebetulan Pak Wagub, Pak Gub datang ke sini, alhamdulillah jadi motivasi bagi kami untuk terus semangat. Semoga nanti Jawa Tengah bisa juara umum,” kata Ulum.

Semangat mengejar prestasi juga dirasakan Arifa Dini Islamiaty, peserta cabang tilawah golongan dewasa putri asal Pemalang. Ia menilai pembinaan tahun ini sangat intensif karena setiap kekurangan peserta dievaluasi dan langsung diperbaiki bersama pembina.

“Selama karantina ini kita betul-betul dibimbing. Kekurangan-kekurangan kita diperbaiki dan dinilai oleh pembina,” ujar Arifa.

Persiapan tersebut dinilai Arifa menjadi salah satu pembinaan paling maksimal selama pengalamannya mengikuti MTQ. Sejak 2012, ia telah mengikuti berbagai MTQ Nasional di sejumlah daerah, mulai Bangka Belitung, Batam, Nusa Tenggara Barat, Medan, Kepulauan Riau hingga Padang, Sumatera Barat.

Pada MTQ Nasional sebelumnya di Padang, Arifa meraih peringkat keenam atau harapan III pada cabang tilawah remaja. Tahun ini, ia mendapat tantangan baru karena untuk pertama kalinya tampil di cabang tilawah golongan dewasa putri.

Target juara yang disampaikan Gubernur Ahmad Luthfi tidak dianggap sebagai tekanan bagi Arifa dan peserta lainnya. Target tersebut justru menjadi pemacu untuk meningkatkan latihan dan memaksimalkan persiapan sebelum memasuki arena pertandingan.

Dukungan masyarakat Jawa Tengah juga diharapkan menjadi energi tambahan bagi seluruh kafilah selama menjalani perjuangan di MTQ Nasional 2026. Dengan persiapan panjang dan pembinaan yang intensif, para peserta ingin mengubah proses berbulan-bulan tersebut menjadi prestasi di panggung nasional.

Gubernur Ahmad Luthfi meminta seluruh peserta memanfaatkan masa karantina untuk mengasah kemampuan secara maksimal sesuai cabang masing-masing. Khusus peserta tilawah, ia menekankan pentingnya mematangkan teknik pelafalan dan cengkok sebelum bertanding.

Luthfi juga memastikan dukungan bagi kafilah tidak berhenti pada pembinaan teknis menjelang perlombaan. Ia telah meminta Baznas memberikan uang saku kepada seluruh peserta sebagai bentuk dukungan sebelum mereka bertanding membawa nama Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....