Peduli Gempa NTT, Bantuan Mengalir dari Undip dan Baznas Kota Semarang

  • 02 Sep 2026 15:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Bantuan untuk korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk Universitas Diponegoro (Undip) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang. Undip mengirimkan tim untuk memberikan layanan kesehatan, trauma healing, logistik, serta peralatan pendukung, sementara Baznas menghimpun donasi masyarakat untuk disalurkan kepada warga terdampak.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip, Prof. Suherman mengatakan, Tim Undip menempuh perjalanan dari Semarang menuju lokasi bencana selama dua hari melalui jalur udara. “Tim bantuan bencana NTT dari Undip terdiri dari mahasiswa dari Fakultas Kedokteran, Psikologi, Ekonomi & Bisnis, serta Perikanan & Ilmu Kelautan,” kata Prof. Suherman dalam Dialog Semarang Menyapa RRI Semarang, Rabu 2 September 2026.

Ia menjelaskan, tim Undip berkoordinasi dengan BPBD di NTT dalam proses penanganan di lokasi bencana. Koordinasi dengan tim lokal dilakukan untuk membantu penyediaan alat angkut serta berbagai peralatan pendukung yang dibutuhkan selama penanganan.

Menurutnya, bantuan Undip diarahkan pada sejumlah kebutuhan mendasar warga terdampak gempa. Selain trauma healing dan layanan kesehatan, tim juga membawa peralatan serta logistik untuk mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Anak-anak korban gempa perlu pendampingan. Kesehatan warga juga perlu mendapat penanganan. Juga membawa mobile water treatment untuk mengubah air tidak layak konsumsi menjadi layak konsumsi,” ujarnya.

Undip juga memberikan perhatian kepada mahasiswa asal NTT yang keluarganya terdampak gempa. Kampus berkomitmen memberikan dukungan berupa keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga bantuan finansial bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana.

Prof. Suherman mengatakan Undip terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak yang ingin turut membantu penanganan bencana di NTT. Kolaborasi dapat dilakukan melalui bantuan uang, barang, pemikiran maupun tenaga.

Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Kota Semarang, Labib, mengatakan pihaknya membuka ruang donasi bagi masyarakat luas untuk membantu korban gempa NTT. Pada tahap awal, pengumpulan dana dilakukan selama sekitar dua minggu sebelum bantuan disalurkan, kemudian dilanjutkan dengan gelombang donasi berikutnya.

“Bantuan yang digalang cenderung berfokus pada bentuk uang tunai. Hal ini dinilai lebih fleksibel dan efisien dibandingkan mengirim barang secara langsung, karena biaya operasional perjalanan ke lokasi bencana dapat langsung dialihkan menjadi tambahan nilai bantuan,” ujar Labib.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi melalui Baznas RI dan Baznas Provinsi. Selanjutnya, dana diteruskan ke Baznas Provinsi NTT serta Baznas kabupaten/kota setempat yang lebih memahami kondisi medan dan kebutuhan spesifik di lapangan.

Baznas melakukan evaluasi kerja secara bulanan, sedangkan monitoring dan evaluasi mingguan dilaksanakan setiap Senin. Transparansi penggalangan dan penyaluran dana juga didukung melalui media sosial, rumah digital, serta aplikasi khusus Baznas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....