Doa Bersama Korban Gempa NTT Menggema di Hari Jadi Jateng

  • 19 Agt 2026 16:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah berlangsung dengan nuansa haru dan penuh empati. Ratusan peserta upacara di Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali memanjatkan doa bersama untuk para korban bencana gempa dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 19 Agustus 2026.

Doa tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelum pelaksanaan upacara. Momentum hari jadi daerah itu sengaja dimaknai sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah.

"Upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah kali ini kita laksanakan kegiatan-kegiatan yang sederhana. Semata-mata untuk ikut berbelasungkawa serta mendoakan saudara-saudara kita di NTT," kata Ahmad Luthfi sebelum memimpin doa bersama.

Luthfi menegaskan, duka yang dialami masyarakat NTT juga menjadi duka seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, peringatan hari jadi tahun ini dikemas lebih sederhana sebagai wujud penghormatan dan kepedulian terhadap para korban bencana.

Empati Jawa Tengah tidak hanya diwujudkan melalui doa bersama. Sebelumnya, pada 17 Agustus 2026, Pemprov Jawa Tengah telah memberangkatkan tim relawan dan bantuan kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT.

Menurut Luthfi, misi kemanusiaan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Para relawan juga diminta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Ia memastikan dukungan dari Jawa Tengah tidak berhenti pada pengiriman bantuan tahap pertama. Pemerintah provinsi telah menyiapkan langkah lanjutan dengan mengoordinasikan dukungan tambahan bersama pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.

"Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Berikan yang terbaik, Jawa Tengah sangat peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya saat melepas bantuan dan tim relawan beberapa hari lalu.

Bagi Pemprov Jawa Tengah, bantuan dan doa merupakan dua bentuk kepedulian yang berjalan beriringan. Kehadiran negara dan masyarakat di tengah bencana dinilai penting untuk menguatkan para korban dalam menghadapi masa sulit.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, yakni Gumregut Nyawiji. Tema itu menegaskan pentingnya bekerja bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.

"Gumregut Nyawiji menggambarkan semangat untuk terus bekerja keras, tidak mudah menyerah, dan menyatukan seluruh kekuatan masyarakat," kata Luthfi. Semangat itulah yang kini diwujudkan Jawa Tengah melalui aksi kemanusiaan bagi masyarakat NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....