BMKG Dorong Nelayan Semarang Pahami Informasi Cuaca untuk Keselamatan Melaut

  • 31 Agt 2026 16:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendorong nelayan di Kota Semarang meningkatkan pemahaman terhadap informasi cuaca dan kondisi maritim sebelum melaut. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu nelayan menentukan waktu dan lokasi melaut sekaligus mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar di Aula Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang, Senin 31 Agustus 2026. Kepala BMKG Stasiun Maritim Tegal, Kaharudin, mengatakan, informasi cuaca maritim menjadi salah satu bekal penting bagi nelayan sebelum menentukan waktu dan lokasi melaut.

Nelayan perlu memahami berbagai informasi yang disampaikan BMKG, mulai dari kondisi angin, gelombang, hingga potensi perubahan cuaca. Menurutnya, melalui SLCN nelayan tidak hanya menerima informasi cuaca, tetapi juga diberikan pemahaman agar mampu membaca dan memanfaatkan informasi tersebut dalam mengambil keputusan di lapangan.

"Informasi cuaca ini sangat penting bagi nelayan, karena kondisi di laut bisa berubah. Nelayan harus bisa memahami informasi yang disampaikan BMKG sehingga dapat menentukan langkah yang tepat sebelum maupun saat melaut," ujarnya.

Ia berharap, kegiatan SLCN dapat meningkatkan kapasitas nelayan dalam mengantisipasi kondisi cuaca. Hal ini berperan untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Soenarto, mengatakan, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan nelayan dalam menjalankan aktivitas penangkapan ikan. Menurutnya, nelayan Kota Semarang, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir Tanjung Mas, perlu mendapatkan informasi cuaca secara berkelanjutan agar dapat menyesuaikan kegiatan melaut dengan kondisi yang ada.

"Jadi hari ini kita melaksanakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan. Ini penting karena nelayan perlu mengetahui kondisi cuaca, sehingga ketika akan melaut bisa lebih mempersiapkan diri dan memperhatikan faktor keselamatan," katanya.

Soenarto menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, BMKG dan pihak juga sangat diperlukan. Hal itu untuk memastikan informasi cuaca dapat dipahami dan dimanfaatkan nelayan dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Mochammad Herviano dalam sambutan yang dibacakan Tenaga Ahli Dimas Pratama Erlangga, mengatakan, kegiatan peningkatan sumber daya manusia bagi nelayan merupakan bentuk kepedulian dan komitmen bersama antara Komisi V DPR RI dan BMKG sebagai mitra kerja. "Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan komitmen bersama untuk memberikan edukasi secara berkelanjutan kepada para nelayan, agar kehidupan para nelayan semuanya bisa dibekali dengan ilmu pengetahuan terkait cuaca dan maritim dengan lebih baik," ujarnya.

Ia juga meminta para nelayan dan peserta SLCN mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas melaut, terutama dalam menentukan waktu keberangkatan dan mengantisipasi perubahan kondisi cuaca.

Para peserta juga diminta tidak ragu berdiskusi, bertanya, serta berbagi pengalaman yang selama ini ditemui saat berada di laut. "Jangan ragu untuk berdiskusi, bertanya dan berbagi pengalaman lapangan yang selama ini dialami," katanya.

Melalui SLCN, sinergi BMKG, pemerintah daerah dan Komisi V DPR RI diharapkan dapat semakin memperkuat literasi cuaca nelayan. Dengan demikian, informasi meteorologi maritim tidak hanya menjadi informasi, tetapi dapat digunakan sebagai dasar dalam mengambil keputusan untuk meningkatkan keselamatan dan produktivitas nelayan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....