SMK Al-Mubaarok Rembang Buka Peluang Lulusan Bekerja ke Jepang
- 31 Agt 2026 16:48 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang - SMK Al-Mubaarok Rembang membuka peluang bagi para lulusannya untuk bekerja di Jepang. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan LPK Hikari Putra Mandiri, Desa Babadan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang.
Peluang tersebut diperkenalkan langsung kepada para siswa saat Direktur penyalur tenaga kerja dari Jepang, Yusuke Furumi, berkunjung ke SMK Al-Mubaarok, Senin, 31 Agustus 2026 pagi.
Yusuke datang bersama pihak LPK Hikari Putra Mandiri dan berdialog dengan para siswa mengenai berbagai persiapan yang diperlukan untuk bekerja di Jepang. Yusuke tercatat telah menyalurkan sekitar 300 tenaga kerja asal Indonesia untuk bekerja di berbagai perusahaan di Jepang.
Yusuke yang didampingi Muhaimin dari LPK Hikari Putra Mandiri sekaligus penerjemah menjelaskan, sebelum bekerja , calon pekerja harus menguasai bahasa Jepang terlebih dulu. Lama belajar bahasa Jepang sangat bergantung pada kemampuan dan keseriusan masing-masing peserta.
Rata-rata peserta membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Namun, peserta dengan motivasi kuat dapat menguasainya dalam waktu lebih singkat.
"Ada yang bisa diajak cepat, ada yang tidak. Rata-rata anak berproses belajar itu enam bulan. Kalau anak punya motivasi yang kuat, bisa saja empat bulan," tuturnya.
Sementara itu Muhaimin menjelaskan, LPK Hikari Putra Mandiri memiliki tiga program pelatihan bahasa dan pemberangkatan tenaga kerja ke Jepang. Bagi calon peserta yang memiliki keinginan kuat, tetapi terkendala biaya, LPK juga menyediakan skema dana talangan.
"Ada range A, B dan C. Pertama, khusus anak yang tidak punya biaya, bisa kita talangi. Modalnya hanya tes kesehatan (medical). Tentu tetap melewati seleksi tes Matematika, fisik, psikotes dan tes wawancara," terangnya.
Untuk biaya pelatihan bahasa Jepang, secara umum peserta dikenakan biaya Rp7,5 juta. Biaya tersebut sudah termasuk fasilitas asrama.
Sementara biaya keberangkatan ke Jepang diperkirakan mencapai Rp35 juta. Pembiayaan dapat dilakukan secara mandiri maupun melalui skema dana talangan.
"Bisa bayar sendiri atau bisa menggunakan skema dana talangan, kalau dana talangan, nanti saat sudah bekerja di Jepang, baru mengganti. Soal gaji tinggi di Jepang, anggap saja sebagai bonus, ketika bekerja di luar negeri," kata Muhaimin.
Sementara itu, Ketua Yayasan Zarkasyi Al-Mubaarok, Nuril Haq Saifullah, mengatakan pihak sekolah akan memasukkan pembelajaran bahasa Jepang dalam kegiatan sekolah setiap Sabtu. Pembelajaran dilakukan secara bergilir untuk seluruh jenjang kelas dan bekerja sama dengan LPK Hikari Putra Mandiri.
"Sabtu pekan pertama untuk kelas X, pekan kedua kelas XI, pekan ketiga untuk kelas XII. Kemudian, pekan keempat, tergantung pihak LPK nanti bagaimana," ucapnya.
Nuril mengatakan, program tersebut mendapat respons positif dari siswa maupun orang tua atau wali murid. Sekolah berharap, setelah lulus, para siswa memiliki alternatif peluang untuk memasuki dunia kerja di Jepang.
"Kalau nanti di sekolah, ternyata bahasa Jepang masih kurang dan sudah lulus, bisa dilanjutkan ke LPK. Tentu bagi yang benar-benar minat, serta didukung orang tua," kata Nuril.
SMK Al-Mubaarok akan terus mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas kesempatan siswa setelah lulus sekaligus membekali mereka agar mampu bersaing di dunia kerja, termasuk di tingkat internasional. (Mif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....