JKPI XII Salatiga Dorong Warisan Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
- 29 Agt 2026 00:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Ternate – Pemerintah Kota Salatiga mendorong pemanfaatan warisan budaya dan cagar budaya sebagai kekuatan penggerak ekonomi daerah dalam Simposium Internasional Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 di Hotel Bela Ternate, Maluku Utara, Kamis, 27 Agustus 2026. Komitmen tersebut ditekankan langsung oleh Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., saat menghadiri forum pusaka tingkat global tersebut.
Simposium yang mengusung tema "Dutch Trading Post Heritage Cities and the Making of Global Maritime Networks" ini mempertemukan para kepala daerah anggota JKPI, akademisi, serta delegasi mancanegara. Forum strategis ini dirancang untuk menautkan sejarah kota-kota pos perdagangan masa lampau dengan konektivitas jejaring pusaka modern di kancah internasional.
Dalam pemaparannya, Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, Dr. Dadang Rukmana, S.H., CES., DEA., menekankan pentingnya mentransformasi JKPI menjadi motor kekuatan ekonomi baru berbasis warisan budaya (heritage economy). Keterpaduan antara pelestarian fisik cagar budaya, sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan investasi dinilai sebagai kunci keberlanjutan.
"Rakernas JKPI tahun ini di Ternate harus menjadi momentum untuk melahirkan model kerja baru dan memperkuat kerja sama antarkota pusaka," ujar Dadang saat memaparkan arah kebijakan pengembangan kota pusaka.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si., menyampaikan bahwa revitalisasi cagar budaya memiliki efek domino yang signifikan terhadap perekonomian daerah. Langkah pelestarian yang terkonsep dinilai mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), membuka lapangan kerja baru, serta menarik arus investasi pariwisata berbasis sejarah.
Kehadiran Wali Kota Salatiga dalam simposium ini menegaskan komitmen Pemkot Salatiga untuk menjadikan warisan sejarah lokal sebagai modal sosial dan ekonomi yang terukur. Melalui pertukaran wawasan antardaerah dan lintas negara, Salatiga membidik pengembangan kawasan bersejarah yang mampu memberikan dampak kesejahteraan langsung bagi masyarakat.
Rangkaian simposium internasional tersebut turut menghadirkan sesi diskusi panel bersama narasumber perwakilan dari Hirado (Jepang), Melaka (Malaysia), dan Tainan (Taiwan). Para panelis mengupas tuntas keterkaitan historis jalur maritim masa lalu serta potensi kerja sama kebudayaan dan riset antarkota pusaka lintas negara. (eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....