“Lima Kebakaran di Sekitar Jalur KA, KAI Daop 4 Perkuat Pemantauan

  • 16 Sep 2026 12:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Lima kejadian kebakaran atau munculnya titik api terjadi di sekitar jalur kereta api wilayah operasional KAI Daop 4 Semarang selama September 2026 hingga 16 September. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena api dan asap di sekitar jalur KA berpotensi mengganggu keselamatan serta kelancaran perjalanan kereta api.

Lima kejadian itu terjadi di sejumlah lokasi, yakni Kapuan–Cepu, belakang Griya Karya Tawang, KM 148+900 Desa Slerok Tegal, KM 48+700/800 Karangjati–Sedadi, serta KM 105 Comal–Petarukan. KAI Daop 4 Semarang melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan petugas kewilayahan serta pemadam kebakaran untuk mengantisipasi api meluas ke sekitar jalur KA.

Titik api kembali terlihat pada Rabu 16 September 2026 sekitar pukul 08.22 WIB di KM 105 petak Comal–Petarukan sisi jalur hilir. Kejadian tersebut diketahui saat Wakil Kepala Daop 4 melakukan pemeriksaan perjalanan Semarang–Tegal. KAI kemudian berkoordinasi dengan PPKA Comal, Pta, dan pihak terkait. Penyebab kebakaran serta kondisi perjalanan kereta api masih terus dipantau. Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di sejumlah titik lain di wilayah operasional KAI Daop 4 Semarang.

Kejadian berikutnya terjadi Selasa 15 September 2026 sekitar pukul 17.42 WIB di KM 48+700/800 petak Karangjati–Sedadi. Titik api berada di sisi jalur hilir dan diduga berasal dari pembakaran sisa tanaman. KAI kemudian berkoordinasi dengan PPKA Sedadi dan Kedungjati untuk memastikan kondisi di sekitar jalur tetap aman.

Petugas Pemeriksa Jalan (PPJ) melakukan pemadaman pada pukul 17.49 WIB. Selanjutnya, pada pukul 17.50 WIB kondisi dinyatakan aman dan tidak terjadi gangguan terhadap perjalanan kereta api.

Sebelumnya kejadian pertama pada Minggu 6 September 2026 di KM 83+500 hingga KM 84+100 petak Kapuan–Cepu. Kebakaran terjadi di lahan tebu dan ditangani bersama oleh petugas KAI, pemerintah setempat, serta Damkar Cepu. Kebakaran berhasil dipadamkan dan tidak mengganggu perjalanan kereta api.

Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di belakang Griya Karya Tawang, tidak jauh dari Stasiun Semarang Tawang. Api berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sebanyak tiga kendaraan terdampak dalam kejadian tersebut.

Selanjutnya, Selasa 8 September 2026, kebakaran terjadi di KM 148+900 Desa Slerok, Tegal. Api awalnya muncul dari lahan kering dan rerumputan, kemudian merambat ke area sekitarnya. Petugas KAI bersama warga melakukan penanganan sebelum pemadam kebakaran tiba. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, kondisi kemarau membuat rumput, jerami, sekam, dan berbagai material kering lebih mudah terbakar.

“Saat musim kemarau seperti sekarang, rumput, jerami, sekam, dan material kering lainnya lebih mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur KA karena api dapat merambat dan asapnya berpotensi mengurangi jarak pandang masinis. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bersama untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Luqman.

Luqman menambahkan, KAI terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan unsur kewilayahan maupun pemadam kebakaran apabila terdapat potensi kebakaran di sekitar jalur KA. “Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan unsur kewilayahan maupun pemadam kebakaran apabila terdapat potensi kebakaran di sekitar jalur KA. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap yang berpotensi mendekati jalur, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” tambah Luqman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....