Keluarga dan Generasi Muda Jadi Benteng Utama Cegah Penyalahgunaan Narkoba

  • 26 Agt 2026 15:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Peran keluarga dan generasi muda dinilai menjadi benteng penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah.

Hal tersebut dibahas dalam Seminar Edukasi Pencegahan Narkotika Menuju Jateng Bersinar bertema “Peran Perempuan dan Generasi Muda Menghadapi Ancaman Narkoba”.

Penyuluh Narkoba Ahli Madya, Sri Nurliyani, SE, mengatakan Jawa Tengah termasuk tujuh besar wilayah dengan peredaran gelap narkoba. Kota Semarang menjadi wilayah dengan kasus penyalahgunaan narkoba terbanyak di Jawa Tengah, disusul Surakarta dan Banyumas.

Menurut Sri, remaja menjadi kelompok rentan karena pengaruh lingkungan dan ajakan mencoba narkoba yang dapat berujung pada ketergantungan. “Banyak yang awalnya coba-coba, terutama remaja. Pengaruh lingkungan itu salah satu faktor yang besar,” ujar Sri.

Ia mengungkapkan, obat-obatan juga mulai ditawarkan di lingkungan sekolah dengan alasan meningkatkan fokus belajar atau menambah rasa percaya diri.Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkoba perlu diberikan sejak dini melalui keluarga dan lingkungan sekolah.

Sri menilai materi tentang bahaya narkoba dapat dimasukkan dalam pembelajaran agar anak memahami risiko penyalahgunaan narkotika sejak awal.

Dokter Spesialis Kejiwaan, Dr. Rifqi Ali Zaki, Sp.KJ, mengatakan pencegahan narkoba merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan masyarakat.

Menurut Zaki, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak penting untuk membangun kepercayaan sekaligus mencegah anak terjerumus penyalahgunaan narkoba.

“Dengarkan dengan empati. Cari pertanyaan yang terbuka, bukan menghakimi. Kalau keluarga sudah terpapar narkoba, jangan langsung dihakimi,” kata Zaki.

Ia meminta keluarga tetap tenang ketika mengetahui anggota keluarganya menggunakan narkoba, kemudian mengajak berbicara pada waktu yang tepat. Langkah berikutnya adalah mendengarkan, mencari informasi yang benar, serta menghubungkan pengguna dengan bantuan profesional untuk mendapatkan penanganan.

Zaki menambahkan, dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan pengguna narkoba, termasuk ketika terjadi kekambuhan atau relapse. "Relapse itu bukan berarti kegagalan.

Bukan berarti obatnya gagal atau orangnya menyerah. Itu bagian dari proses pemulihan,” ujarnya.

Padmasari Mestikajati, S.IP., M.Si, menilai keluarga merupakan salah satu benteng utama menghadapi ancaman narkoba, dengan keterlibatan ayah dan ibu secara seimbang.

“Bukan hanya perempuan saja, tetapi peran bapak yang hadir juga penting. Rumah yang sehat, parenting-nya juga sehat,” ungkap Padmasari.

Peserta seminar, Laila Faizatus Saffana, mengaku semakin memahami bahaya narkoba sekaligus pentingnya empati terhadap pengguna.

Ia berharap generasi muda lebih selektif memilih lingkungan pertemanan dan tidak menerima pemberian dari orang lain yang tidak diketahui asal-usulnya.

Laila juga mengajak generasi muda saling merangkul dan berani menjauh dari lingkungan pertemanan yang berpotensi memberikan pengaruh buruk.

Edukasi sejak dini, komunikasi keluarga yang sehat, serta kepedulian generasi muda diharapkan memperkuat pencegahan narkoba menuju keluarga sehat, bahagia, dan bersinar. ( Zara)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....