Keluarga dan Generasi Muda Jadi Benteng Utama Cegah Penyalahgunaan Narkoba

  • 26 Agt 2026 15:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Peran keluarga dan generasi muda dinilai menjadi benteng penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di Jawa Tengah. Hal tersebut dibahas dalam Seminar Edukasi Pencegahan Narkotika Menuju Jateng Bersinar bertema “Peran Perempuan dan Generasi Muda Menghadapi Ancaman Narkoba”.

Seminar ini digelar oleh Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia(FPPI) Provinsi Jawa Tengah di Auditorium RRI Semarang, Rabu, 26 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPP FPPI Jateng, Hj. Rugayawati, S.Sos, M.Kes selaku panitia, memberikan sambutan.

Menurut Ketua DPD FPPI Jateng, Hj Rugayawati,S.Sos.,M.Kes, seminar ini digelar dalam rangka HUT ke-81 RI dan HUT ke-17 FPPI Jateng. Sebagai penyelenggara, FPPI berkolaborasi dengan Badan Kesbngpol dan dibantu oleh Wakil Ketua DPRD Jateng, Dr. M. Soleh MT menggelar Diskusi Edukasi Pencegahan Narkotika Menuju Jateng Bersinar sekaligus Nobar Film Dua Dunia.

Ia menjelaskan, peringatan HUT kali ini bertemakan Peran Perempuan dan Generasi Muda dalam Ketahanan Keluarga Sehat Menuju Jawa Tengah Berdaulat dan Bersinar. “Kegiatan ini bukan sekedar acara perayaan saja, tetapi sebagai ruang edukasi dan diskusi penguatan karakter bagi perempuan, keluarga dan generasi muda menuju keluarga yang sehat, tangguh, berkarakter, dan bersinar, “ ujarnya.

Ia menambahkan, dalam rangkaian HUT ke-17, FPPI Jateng juga mengadakan bakti sosial, bersinergi dengan Baznas Jateng. Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, FPPI Jateng bersama Baznas melaksanakan anjangsana ke Rumah Bayi Nusantara, tempat anak-anak bayi yang kurang beruntung dalam kehidupannya.

Seminar ini dihadiri oleh Badan Kerjasama Organisasi Wanita(BKOW) dan para pimpinan ormas perempuan di Jateng, perwakilan mahasiswa PTN/PTS, remaja masjid di kota Semarang. Hadir pula DPC kabupaten/kota FPPI, di antaranya Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten.

Sementara, Penyuluh Narkoba Ahli Madya, Sri Nurliyani, SE, mengatakan Jawa Tengah termasuk tujuh besar wilayah dengan peredaran gelap narkoba. Kota Semarang menjadi wilayah dengan kasus penyalahgunaan narkoba terbanyak di Jawa Tengah, disusul Surakarta dan Banyumas.

Menurut Sri, remaja menjadi kelompok rentan karena pengaruh lingkungan dan ajakan mencoba narkoba yang dapat berujung pada ketergantungan. “Banyak yang awalnya coba-coba, terutama remaja. Pengaruh lingkungan itu salah satu faktor yang besar,” ujar Sri.

Ia mengungkapkan, obat-obatan juga mulai ditawarkan di lingkungan sekolah dengan alasan meningkatkan fokus belajar atau menambah rasa percaya diri. Oleh karena itu, edukasi mengenai bahaya narkoba perlu diberikan sejak dini melalui keluarga dan lingkungan sekolah.

Dokter Spesialis Kejiwaan, Dr. Rifqi Ali Zaki, Sp.KJ, mengatakan pencegahan narkoba merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan masyarakat. Menurut Zaki, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak penting untuk membangun kepercayaan sekaligus mencegah anak terjerumus penyalahgunaan narkoba.

“Dengarkan dengan empati, cari pertanyaan yang terbuka, bukan menghakimi. Kalau keluarga sudah terpapar narkoba, jangan langsung dihakimi,” kata Zaki.

Ia meminta keluarga tetap tenang ketika mengetahui anggota keluarganya menggunakan narkoba, kemudian mengajak berbicara pada waktu yang tepat. Langkah berikutnya adalah mendengarkan, mencari informasi yang benar, serta menghubungkan pengguna dengan bantuan profesional untuk mendapatkan penanganan.

Zaki menambahkan, dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan pengguna narkoba, termasuk ketika terjadi kekambuhan atau relapse. "Relapse itu bukan berarti kegagalan, bukan berarti obatnya gagal atau orangnya menyerah. Itu bagian dari proses pemulihan,” ujarnya.

Padmasari Mestikajati, S.IP., M.Si, menilai keluarga merupakan salah satu benteng utama menghadapi ancaman narkoba, dengan keterlibatan ayah dan ibu secara seimbang. “Bukan hanya perempuan saja, tetapi peran bapak yang hadir juga penting. Rumah yang sehat, parenting-nya juga sehat,” ungkap Padmasari.

Peserta seminar, Laila Faizatus Saffana, mengaku semakin memahami bahaya narkoba sekaligus pentingnya empati terhadap pengguna. Ia berharap generasi muda lebih selektif memilih lingkungan pertemanan dan tidak menerima pemberian dari orang lain yang tidak diketahui asal-usulnya.

Acara diakhiri dengan Deklarasi" bersama yang dilakukan oleh para narasumber maupun audiens. Seluruh hadirin bertekad dan berkomitmen untuk menjaga ketahanan keluarga sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang sehat, harmonis berkarakter berdaya, produktif, dan berprestasi serta memiliki wawaaan kebangsaan menuju Jateng Bersinar. ( Zara)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....