Cegah Karhutla, Perhutani Telawa dan Pemdes Cerme Perkuat Deteksi Dini
- 26 Agt 2026 13:36 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Boyolali - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Desa Cerme, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau. Sinergi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus mempercepat deteksi dini apabila muncul potensi kebakaran di kawasan hutan.
Penguatan kesiapsiagaan dilakukan melalui Komunikasi Sosial (Komsos) Siaga Karhutla di petak 105 Desa Cerme. Kegiatan tersebut menyasar kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Soroweyo, BKPH Karangrayung.
Administratur KPH Telawa Titus Aryanto mengatakan, komunikasi dengan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian bersama terhadap ancaman karhutla. Koordinasi yang baik dinilai dapat mempercepat penyampaian informasi sekaligus penanganan apabila ditemukan potensi kebakaran.
“Koordinasi ini merupakan langkah Perhutani menjalin komunikasi yang baik. Hubungan yang erat dengan pemerintah desa sangat diperlukan untuk membangun komunikasi yang efektif serta mempercepat upaya deteksi dini dan penanganan apabila ditemukan potensi kebakaran hutan. Upaya pencegahan dan antisipasi dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar Titus Aryanto dalam siaran pers, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Titus, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan. Dengan sinergi tersebut, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Kepala Desa Cerme Sutiyah menegaskan pemerintah desa siap mendukung langkah pencegahan karhutla melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Warga yang beraktivitas di sekitar hutan akan diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami juga akan segera berkoordinasi dengan Perhutani apabila menemukan indikasi gangguan keamanan hutan maupun potensi kebakaran. Kerja sama pengelolaan hutan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan yang sudah terjalin juga ikut meningkatkan perekonomian masyarakat kami,” ujar Sutiyah.
Selain pencegahan, kegiatan tersebut membahas langkah penanganan sejak dini apabila ditemukan titik api maupun indikasi karhutla. Pembahasan ini diharapkan memperkuat kesiapan masing-masing pihak dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
Kegiatan dihadiri Administratur KPH Telawa, Perwira Pembina Jagawana, Kepala Desa Cerme beserta jajaran pemerintah desa. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat komunikasi antara pengelola kawasan hutan dan pemerintah desa.
Perhutani KPH Telawa berharap koordinasi dengan Pemerintah Desa Cerme dapat terus ditingkatkan. Sinergi tersebut diharapkan membuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla berjalan lebih cepat dan terpadu.
Dengan keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat, perlindungan kawasan hutan di wilayah BKPH Karangrayung diharapkan semakin optimal. Kesadaran untuk mencegah sumber api sejak dini menjadi salah satu kunci menjaga kelestarian hutan selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....