Temu Raya Adiyuswa GKJ, Lansia Didorong Jadi Teladan Generasi Penerus

  • 25 Agt 2026 17:00 WIB
  •  Semarang
Sembilan GJK se-Klasis Semarang Selatan Ikuti Temu Raya Adiyuswa

RRI.CO.ID, Kabupaten Semarang – Jemaat lanjut usia (lansia) atau yang disebut Adiyuswa tidak hanya menjadi sosok yang patut dihormati, tetapi juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi penerus melalui sikap, kasih, dan semangat hidup. Pesan itu mengemuka dalam Temu Raya Adiyuswa Gereja Kristen Jawa (GKJ) se-Klasis Semarang Selatan yang digelar di Griya Persada Convention Hotel and Resort Bandungan, Kabupaten Semarang, Selasa 25 Agustus 2026.

"Bapak ibu menjadi panutan bagi generasi penerus, yang tua diperhatikan, yang tua dihormati. Sekalipun raga tidak sekuat dulu, Adiyuswa tetap diperbarui menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Pendeta GKJ Randuares Salatiga, Adi Setyo Kristianto SSi saat menyampaikan firman Tuhan.

Adi mengajak para jemaat lanjut usia untuk tetap memiliki semangat hidup dan terus memperbarui diri melalui iman kepada Tuhan. Kehidupan lansia diibaratkan seperti rajawali yang mampu terbang tinggi dan memandang dunia dengan lebih luas.

Menurutnya, usia lanjut bukan alasan untuk kehilangan harapan maupun semangat berkarya. Ubah mindset atau cara pandang, walaupun lanjut usia, tetaplah terbang tinggi dan menjadi contoh bagi generasi penerus.

Peserta Temu Raya Adiyuswa menyimak ibadah yang digelar di Griya Persada Convention Hotel and Resort Bandungan.

"Kita mungkin tidak bisa melakukan hal-hal besar, tetapi bisa melakukan hal-hal kecil dengan penuh cinta," katanya. Hal-hal kecil penting ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui hal-hal sederhana seperti menyambut anak dan cucu dengan wajah ramah dan penuh sukacita.

Temu raya ini diikuti jemaat Adiyuswa dari GKJ se-Klasis Semarang Selatan lebih dari 300 peserta yang terdiri atas warga berusia di atas 60 tahun, serta pralansia, berusia antara 50-60 tahun. Tercatat, ada sembilan GKJ yang tergabung dalam wilayah Klasis Semarang Selatan.

Kesembilan gereja itu ialah GKJ Ngesrep selaku penghimpun atau tuan rumah, GKJ Ngempon, Kramas, Ungaran, Imanuel Ungaran, Kertanegara, Banyumanik, Wisma Anugerah Candi (WAC), dan Wisma Kasih Mangunharjo (WKM).

Ketua Majelis GKJ Ngesrep, Tri Iswanto mengapresiasi jemaat Adiyuswa yang semangat hadir untuk mengikuti temu raya. Dirinya memotivasi peserta untuk terus menjadi pribadi yang berguna dan bermanfaat.

"Sekalipun menjadi warga Adiyuswa, tetap semangat menjadi raja baru yang bisa terbang tinggi seperti rajawali," ungkapnya. Sebelum ibadah temu raya, peserta juga mengikuti acara dolanan bareng yang melibatkan delapan kelompok, dengan setiap kelompoknya berisi 25 orang dari berbagai gereja.

Jemaat Adiyuswa bersiap mengikuti rangkaian acara Temu Raya di Griya Persada Convention Hotel and Resort Bandungan.

Sementara itu, Pendeta Nathanael Kriswanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jemaat yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Temu Raya Adiyuswa menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus menguatkan para lansia dalam menjalani kehidupan.

"Dari sembilan gereja yang hadir, kita semua diberkati Tuhan. Terima kasih kepada GKJ Ngesrep yang telah bekerja keras dan cerdas sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik. Harapannya, tahun mendatang kita dapat kembali bertemu dalam sukacita," ujar pendeta dari GKJ Kramas tersebut.

Pendeta GKJ Ngesrep, Antonius Prasetyo Jati SFil ikut mengisi doa dalam temu raya yang mengangkat tema MBG (Mangayubagya Berkahing Gusti). Selain ibadah penyampaian firman dan dolanan bareng, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari masing-masing gereja yang menampilkan kreativitas dan semangat para peserta lanjut usia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....