Petani Kebingungan, Pengelolaan Irigasi Terkendala Pembagian Kewenangan
- 25 Agt 2026 19:18 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia(HKTI) Kabupaten Kendal menyoroti pengelolaan jaringan irigasi yang dinilai belum optimal akibat pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Kondisi tersebut dinilai semakin terasa saat musim kemarau ketika debit air menurun dan petani membutuhkan pasokan air secara maksimal.
Ketua HKTI Kabupaten Kendal, Tardi menjelaskan, pengelolaan sungai menjadi kewenangan pemerintah pusat, jaringan irigasi sekunder berada di bawah pemerintah provinsi, sedangkan jaringan tersier menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten. Pembagian kewenangan tersebut perlu diikuti koordinasi yang lebih kuat agar pengelolaan air di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Tiga komponen yang bertanggung jawab terhadap pengairan seharusnya duduk bersama dan melakukan koordinasi, terutama ketika memasuki musim kemarau. Kalau tidak ada sinkronisasi, sawah-sawah yang jauh dari bendung justru menjadi pihak yang paling dirugikan ketika pasokan air berkurang," katanya kepada RRI, Selasa 25 Agustus 2026.
Tardi mencontohkan adanya penumpukan batu dan pasir di sekitar sejumlah bendung di Kendal yang dinilai menghambat aliran air menuju lahan pertanian. Kondisi tersebut menjadi semakin berat ketika debit air menurun sehingga air tidak mampu menjangkau sawah yang berada jauh dari bendung.
Menurutnya, persoalan pengairan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak karena setiap jaringan memiliki kewenangan pengelolaan yang berbeda. Karena itu, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta kelompok pengguna air perlu duduk bersama untuk mencari solusi pengelolaan irigasi secara menyeluruh.
"Kelompok-kelompok yang menaungi petani dan pengguna air, termasuk P3A, juga perlu dilibatkan dalam pembahasan pengelolaan irigasi. Dengan duduk bersama, persoalan di lapangan dapat diketahui dan ditangani secara lebih cepat sehingga petani tidak terus menjadi korban ketika musim kemarau," ujarnya.
HKTI berharap koordinasi semua pihak yang terlibat dapat diperkuat untuk memastikan jaringan irigasi berfungsi secara optimal sepanjang musim. Langkah tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menjaga produktivitas petani, tetapi juga mempertahankan ketahanan pangan di tengah perubahan kondisi iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....