Kerusakan Bendung Perparah Krisis Air, Pati Lakukan Berbagai Upaya

  • 25 Agt 2026 20:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang - Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Pati semakin memperbesar ancaman terhadap produktivitas tanaman padi. Kondisi tersebut diperparah kerusakan pada infrastruktur penahan air yang menyebabkan cadangan air berkurang, sementara sekitar 4.619 hektare tanaman padi masih membutuhkan pasokan air.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Sugiharto mengatakan, kerusakan pada bagian karet penahan air membuat air yang sebelumnya tertahan di embung akhirnya mengalir ke laut. Berkurangnya cadangan air tersebut turut memengaruhi ketersediaan air di sepanjang Sungai Juwana yang menjadi salah satu sumber pengairan lahan pertanian.

"Karena ada kerusakan pada karet penahan air, air yang semula tertahan di embung akhirnya langsung mengalir ke laut. Akibatnya, cadangan air di sepanjang Sungai Juwana yang biasanya digunakan untuk mengairi sawah menjadi berkurang, sehingga tantangan ketersediaan air semakin besar pada Juli dan Agustus," katanya kepada RRI, Selasa 25 Agustus 2026.

Dinas Pertanian Kabupaten Pati melakukan sejumlah langkah penyelamatan tanaman, terutama melalui pompanisasi dengan memanfaatkan sumber air terdekat yang masih tersedia. Pemerintah juga memperbaiki jaringan irigasi tersier dan membersihkan saluran air agar pasokan yang tersedia dapat dialirkan secara optimal ke lahan pertanian.

"Untuk jangka pendek, kami memanfaatkan pompa untuk mengambil sumber air yang terdekat, baik dari sungai maupun sumber air permukaan yang masih memungkinkan. Kami juga memperbaiki infrastruktur irigasi, terutama jaringan tersier, serta membersihkan saluran air agar sumber air yang masih aktif dapat sampai ke sawah," ujarnya.

Selain itu, Dinas Pertanian Kabupaten Pati bersama petani mengupayakan tambahan pasokan air melalui Waduk Kedungombo untuk mempertahankan tanaman padi di wilayah Pati Selatan. Upaya tersebut dinilai penting karena tanaman yang berada pada fase pembungaan dan pengisian bulir sangat rentan mengalami gagal panen apabila kekurangan air berlanjut.

Untuk jangka panjang, pemerintah mendorong pembangunan embung, parit, penampung air hujan, dan long storage di sentra produksi pertanian, sekaligus melakukan rehabilitasi jaringan irigasi. Petani juga didorong menerapkan efisiensi penggunaan air dan meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pola iklim agar produktivitas pertanian tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....