Kebakaran Dua Gudang Gula Tumbu di Cendono Kudus, Kerugian Capai Rp500 Juta
- 25 Agt 2026 14:08 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus – Dua gudang gula tumbu di Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, terbakar dan menyebabkan kerugian diperkirakan mencapai Rp500 juta. Kebakaran yang diduga dipicu percikan bara api tersebut juga berdampak ringan pada dua rumah warga.
Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji mengatakan, kebakaran terjadi pada Minggu, 23 Agustus 2026. Tim pemadam kebakaran BPBD Kudus menerima laporan sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung menuju lokasi.
“Kami menerima laporan adanya kebakaran itu pada pukul 16.00 WIB, lalu tim damkar BPBD Kudus meluncur dan 30 menit kemudian sampai di lokasi kebakaran. Kami berjibaku dengan api yang melahap ampas tebu kering,” ujar Ahmad Munaji.
Menurutnya, api diduga bermula dari percikan bara saat proses produksi yang mengenai bahan bakar berupa ampas tebu kering. Api kemudian merambat ke lahan kering hingga mengenai dua rumah warga di sekitar lokasi.
Dua gudang gula tumbu yang terbakar masing-masing milik Nur Kholis dan Ahmad Gufron, warga Dukuh Kawakan, Desa Cendono, Kecamatan Dawe. Selain gudang, dua rumah warga turut terdampak meski kerusakannya tergolong ringan.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena material ampas tebu yang terbakar merupakan bahan kering dan mudah menyimpan bara. Api baru benar-benar dinyatakan padam pada Senin, 24 Agustus 2026 sekitar pukul 00.30 WIB.
“Kerugian diperkirakan mencapai nilai Rp500 juta. Namun, tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” kata Munaji.
Kebakaran juga terjadi pada Senin pagi di gudang penggilingan tebu yang berada di Dukuh Sekandang, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.10 WIB.
BPBD Kudus menerima laporan kebakaran sekitar pukul 07.35 WIB dan langsung mengerahkan armada pemadam kebakaran. Penanganan juga mendapat dukungan dari Satpol PP Kabupaten Kudus.
“Sekitar pukul 12.00 WIB, api sudah dapat dikuasai dan dibutuhkan waktu tambahan tiga jam lagi untuk memastikan api benar-benar padam,” jelas Munaji.
Kebakaran gudang penggilingan tebu tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp150 juta. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Rangkaian kebakaran tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah musim kemarau, ketika kondisi lahan dan material seperti ampas tebu menjadi lebih kering dan mudah terbakar. BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di lokasi yang menyimpan bahan-bahan mudah terbakar.(RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....