Kasus Karhutla di Kendal Capai 80 Kali, Kewaspadaan Terus Ditingkatkan

  • 09 Sep 2026 17:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kendal tahun 2026 ini cukup tinggi. Berdasarkan data dari Bidang Kebakaran Satpol PP dan Damkar (Satpolkar) Kendal, kasus Karhutla sepanjang tahun 2026 hingga September ini sudah mencapai 80 titik.

Kejadian Karhutla ini meliputi kawasan hutan, rumput ilalang maupun sampah kering yang terbakar. Sementara ini, kejadian kebakaran tidak ada yang besar, sehingga bisa ditangani dengan cepat.

Kepala Satpolkar Kendal Bambang Djoko Pitono mengatakan, sepanjang musim kemarau, pihaknya terus mengantisipasi dan siap siaga penanganan kebakaran. Ada 6 Posko Damkar yang siap siaga, yakni Posko Boja, Sukorejo, Kaliwungu, Weleri, Ringinarum dan Kendal kota.

"Mobil Damkar ada sepuluh. Di Posko Sukorejo dan Boja masing-masing ada dua, di Posko Kaliwungu, Weleri dan Ringinarum masing-masing ada satu dan di Pos Kendal kota ada tiga," jelasnya, Rabu, 9 September 2026.

Bambang mengatakan, penyebab kebakaran sebagian besar karena faktor kelalaian manusia. Padahal sosialisasi pencegahan kebakaran sudah dilakukan secara masif, secara langsung maupun melalui berbagai media sosial. "Masyarakat agar menghindari aktivitas pembakaran rumput ataupun lahan di tempat terbuka dengan maksud untuk menghindari potensi kebakaran lahan," ujarnya

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo mengatakan, pihak BPBD pun aktif membantu dalam penanganan kebakaran. Ia pun mengimbau kepada masyarakat, agar tidak membakar sampah secara sembarangan.

Petugas Damkar juga terus memantau titik-titik rawan kebakaran, di antaranya area TPA Darupono, yang tahun-tahun sebelumnya mengalami kebakaran. Petugas pun secara berkala mendatangi lokasi di TPA Darupono untuk memantau langsung. (FR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....