Geger, Warga Pakopen Temukan Bayi Perempuan Hidup dalam Bungkusan Plastik

  • 25 Agt 2026 11:02 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kabupaten Semarang - Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, dikejutkan dengan penemuan bayi perempuan yang masih hidup dalam sebuah bungkusan plastik, Senin, 24 Agustus 2026 sore. Bayi ditemukan di bawah pohon mahoni, kawasan depan makam Desa Pakopen, Jalan Raya Jimbaran–Lemah Abang, Dusun Pakopen, sekitar pukul 16.40 WIB.

Bayi tersebut pertama kali ditemukan Slamet (73), warga setempat yang saat itu sedang mencari kayu bakar dan botol bekas di sekitar lokasi. Saat melihat bungkusan plastik berwarna putih, Slamet mendekat dan mendapati seorang bayi berada di dalamnya.

Kapolsek Bandungan Iptu Subedi mengatakan, Slamet sempat hendak melaporkan penemuan tersebut kepada kepala desa. Namun, karena sejumlah warga sedang melakukan kerja bakti di lapangan Desa Pakopen, informasi itu terlebih dahulu disampaikan kepada warga sekitar.

"Saat mengetahui ada bayi, Pak Slamet hendak melaporkan kepada kepala desa. Namun, karena saat itu sejumlah warga sedang melakukan kerja bakti di lapangan Desa Pakopen, informasi tersebut terlebih dahulu disampaikan kepada warga," ujarnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian memberikan pertolongan dan membawa bayi ke tempat praktik Bidan Desa Nur Endang Sulastri yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan. Bayi selanjutnya mendapat pemeriksaan dan perawatan medis.

Bidan Desa Nur Endang Sulastri mengatakan kondisi bayi saat ditemukan cukup baik. Dari pemeriksaan awal, bayi diperkirakan baru beberapa jam dilahirkan karena tali pusarnya masih menempel.

"Bayi dalam keadaan sehat dan masih dalam penanganan pihak kami, diperkirakan lahir beberapa jam lalu, dengan tali pusar masih menempel. Berat bayi 3,1 kilogram dan panjang 48 sentimeter," ungkapnya.

Setelah menerima laporan, jajaran Polsek Bandungan langsung mendatangi lokasi penemuan untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan dari sejumlah warga. Polisi juga melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua serta pihak yang meninggalkan bayi tersebut.

Hingga kini, bayi masih dalam penanganan pihak terkait. Sementara kepolisian terus mengumpulkan informasi dan keterangan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab atas penemuan bayi tersebut.

Polres Semarang mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait penemuan bayi tersebut agar segera melapor kepada kepolisian. Masyarakat juga dapat menghubungi layanan darurat 110.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....