Warga Candimulyo Rembang Geger, Pemuda 21 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah Nenek
- 31 Agt 2026 13:01 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang - Warga Desa Candimulyo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, digegerkan dengan penemuan seorang pemuda berinisial F (21) yang meninggal dunia pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Korban yang berstatus pelajar atau mahasiswa tersebut merupakan warga Desa Pacing, Kecamatan Sedan, namun diketahui sedang tinggal bersama neneknya di Desa Candimulyo.
Korban ditemukan oleh neneknya, Sumarmi (69), sekitar pukul 10.00 WIB di salah satu kamar rumah. Sebelumnya, sekitar pukul 07.00 WIB, Sumarmi sempat meminta korban sarapan saat sedang bermain ponsel di ruang tengah.
Namun, setelah pulang dari kebun sekitar pukul 10.00 WIB, Sumarmi tidak lagi mendapati korban di ruang tengah. Saat mencari ke dalam kamar, ia menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Panik melihat kejadian tersebut, Sumarmi kemudian meminta bantuan warga sekitar. Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan kepada Kepala Desa Candimulyo untuk diteruskan kepada Polsek Sedan dan Puskesmas Sedan.
Petugas medis dari Puskesmas Sedan kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban. Berdasarkan pemeriksaan dokter, korban dipastikan meninggal dunia dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuhnya.
Kepala Desa Candimulyo, Ahmad Zaenuri, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi awak media. Ia mengatakan korban merupakan warga Desa Pacing yang saat ini tinggal bersama neneknya di Desa Candimulyo.
“Korban merupakan warga Desa Pacing. Namun, saat ini ikut neneknya di Desa Candimulyo,” ungkap Ahmad Zaenuri.
Sementara itu, Kapolsek Sedan Iptu Suroto mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari kepala desa. Petugas bersama tim medis Puskesmas Sedan kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal.
“Kami membenarkan adanya peristiwa seorang pemuda berinisial F (21) yang ditemukan meninggal dunia di rumah neneknya di Desa Candimulyo, Kecamatan Sedan, pada Sabtu pagi,” katanya. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga menyampaikan korban diketahui memiliki riwayat depresi dan sebelumnya pernah melakukan percobaan bunuh diri. Upaya tersebut sebelumnya berhasil diselamatkan oleh pihak keluarga.
Keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah menjalani pemeriksaan, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah saat ini sudah kami serahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan secara layak,” ucap Iptu Suroto.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya perhatian keluarga dan lingkungan terhadap kondisi psikologis seseorang. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan berat atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segera cari bantuan dari orang yang dipercaya atau layanan profesional setempat. (Mif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....