Tim Polda Jateng Temani Warga Manggarai Barat, Pulihkan Rasa Tenang
- 23 Agt 2026 09:01 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Gempa mungkin telah berhenti mengguncang tanah Manggarai Barat, namun, bagi sebagian warga, rasa takut dan cemas tidak selalu ikut hilang ketika getaran mereda. Bayang-bayang peristiwa itu masih tersisa. Ada warga yang masih mengingat kepanikan saat gempa terjadi, ada pula yang membutuhkan waktu untuk kembali merasa aman.
Di tengah proses itulah, Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah hadir. Selama dua hari, tim mendatangi sejumlah lokasi terdampak gempa di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Mereka tidak datang sekadar membawa pesan atau memberikan instruksi. Tim membuka ruang bagi warga untuk bercerita, menyampaikan ketakutan, kecemasan, dan pengalaman yang mereka rasakan setelah bencana.
Pada Rabu dan Kamis, 19–20 Agustus 2026, sedikitnya 243 warga mendapatkan pendampingan psikologis dari tim yang terdiri atas Psikolog Kepolisian dan personel Biro SDM Polda Jateng.

Hari pertama, Rabu 19 Agustus 2026, tim mendatangi Desa Seraya Marannu, Kecamatan Komodo, tepatnya di Pulau Seraya Besar. Sebanyak 157 warga mengikuti kegiatan yang dikemas dengan pendekatan interaktif dan humanis. Tidak ada suasana yang kaku. Warga diajak berbincang, berbagi cerita, serta mengungkapkan apa yang mereka rasakan setelah menghadapi gempa.
Pendampingan kemudian berlanjut pada Kamis 20 Agustus 2026 di dua lokasi. Sebanyak 10 warga mengikuti kegiatan di Pos Bencana Rumah Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas, sementara 76 warga lainnya mendapatkan pendampingan di Kampung Gorontalo, Desa Gorontalo. Melalui sesi berbagi dan komunikasi langsung, tim berusaha membangun kembali rasa tenang warga.
Mereka juga memberikan dukungan emosional serta mengenalkan teknik relaksasi sederhana yang dapat dilakukan ketika rasa cemas kembali muncul. Di tengah situasi pascabencana, kehadiran personel kepolisian kali ini bukan untuk memberikan instruksi. Mereka memilih duduk bersama warga, mendengarkan cerita, dan menjadi teman berbicara.
Tim juga memberikan sarana kontak agar komunikasi dan dukungan tetap dapat terhubung apabila masyarakat membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

Tim Trauma Healing Polda Jateng yang diterjunkan terdiri atas Ipda Putri Agustina, S.Psi., M.M., Psikolog Kepolisian Tingkat I Bagpsi Ro SDM Polda Jateng, bersama Briptu Bagoes Hendra K., S.Psi., dan Briptu Narulita Dian H., S.Psi. Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan jajaran Polres Manggarai Barat, khususnya Polsek Komodo.
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, pemulihan masyarakat setelah bencana tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik dan kebutuhan logistik. Kondisi psikologis warga juga menjadi bagian penting dalam proses untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan.
“Gempa memang sudah berlalu, tetapi rasa takut dan kecemasan yang ditinggalkan tidak selalu hilang begitu saja. Karena itu, kami hadir untuk mendampingi masyarakat agar mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi dan melewati masa sulit ini,” kata Yuliyanto di Mapolda Jateng, Minggu 23 Agustus 2026.

Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana harus diberikan secara menyeluruh. Kebutuhan dasar memang penting, namun rasa aman dan kekuatan psikologis masyarakat juga perlu dipulihkan.
“Semoga kehadiran kami dapat membantu mengurangi kecemasan, memulihkan rasa aman, dan menumbuhkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit. Setelah bencana, kehidupan harus terus berjalan dan kami ingin masyarakat memiliki kekuatan untuk menata kembali kehidupan mereka,” pungkasnya Yuliyanto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....