Rakernas Jaringan Kota Pusaka, Salatiga Perkuat Diplomasi Budaya Antardaerah
- 28 Agt 2026 06:47 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Ternate – Pemerintah Kota Salatiga memperkuat diplomasi budaya antardaerah melalui keikutsertaan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 di Kota Ternate, Maluku Utara. Forum tersebut menjadi momentum bagi Salatiga untuk memperluas jejaring kerja sama dalam pelestarian cagar budaya dan pengembangan potensi sejarah daerah.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, didampingi Ketua TP PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawan, menghadiri jamuan makan malam pembukaan Rakernas di Rumah Dinas Wali Kota Ternate, Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri kepala daerah anggota JKPI dari berbagai wilayah Indonesia, jajaran Forkopimda Kota Ternate, Duta Besar Belanda, serta delegasi dari sejumlah negara sahabat.
Rakernas ke-XII mengusung tema “Ternate Episentrum Rempah Dunia” dan berlangsung hingga 30 Agustus 2026. Agenda ini menjadi ruang untuk menelusuri kembali sejarah jalur rempah Nusantara sekaligus memperkuat konektivitas antarkota pusaka di Indonesia.
Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, mengatakan pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan kolaborasi kebudayaan yang lebih konkret antardaerah.
“Kehadiran seluruh delegasi menjadi kehormatan besar bagi kami. Rakernas ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang temu wicara, tetapi juga sarana memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya dan membuka kolaborasi kebudayaan yang lebih nyata antardaerah,” ujar Tauhid.
Bagi Pemkot Salatiga, forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat posisi daerah sebagai bagian dari jejaring kota pusaka nasional. Salatiga dapat bertukar pengalaman mengenai strategi perlindungan cagar budaya sekaligus inovasi pengelolaan aset sejarah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Keikutsertaan Salatiga juga diarahkan untuk memperluas peluang kerja sama di bidang kebudayaan dan pariwisata. Kekayaan sejarah dan budaya lokal dinilai dapat menjadi modal dalam membangun karakter kota sekaligus membuka ruang pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
Melalui kolaborasi antarkota pusaka, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menjaga keberadaan warisan budaya, tetapi juga mengembangkan nilai dan manfaatnya bagi masyarakat. Cagar budaya dapat dikemas sebagai daya tarik wisata sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia di Ternate dengan demikian menjadi ruang strategis bagi Salatiga untuk memperkuat diplomasi budaya, membangun jejaring antardaerah, serta mendorong pelestarian warisan sejarah secara berkelanjutan. (eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....