Hadapi Kemarau, Disperkim Lakukan Penyiraman Otomatis Taman Kota
- 21 Agt 2026 20:07 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pemanfaatan teknologi untuk menjaga ruang terbuka hijau tetap asri dan terawat selama musim kemarau terus dilakukan. Salah satu inovasi yang diterpakan Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) adalah penerapan sistem penyiraman otomatis berbasis timer di sejumlah taman aktif.
Sistem penyiraman otomatis ini memungkinkan penyiraman dilakukan berdasarkan jadwal dan durasi yang telah ditentukan. Langkah ini menjadi salah satu solusi untuk memastikan tanaman memperoleh air secara tepat waktu, terutama Ketika penyiraman masih bergantung pada armada mobil tangki yang kerap terkendala mobilitas lalu lintas.
Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati yang akrab disapa Pipie menjelaskan, sistem yang digunakan saat ini mengandalkan pengaturan timer sesuai kebutuhan penyiraman masing-masing taman. “Dengan sistem _timer_, penyiraman berjalan otomatis sesuai jadwal. Tanaman mendapatkan air tepat waktu tanpa khawatir terkendala keterlambatan armada tangki di perjalanan,” jelas Pipie sapaanya, Jumat 21 Agustus 2026.
Saat ini, sistem penyiraman otomatis telah beroperasi penuh di lima taman, yakni Lapangan Pancasila Simpang Lima, Taman Tugu Muda, Taman Diponegoro, Taman Citra Satwa, dan Taman Imam Barjo. Penerapan sistem tersebut terus diperluas. Pada 2026, Disperkim tengah melakukan instalasi di Taman Kalibanteng, Taman Madukoro, dan Taman Parikesit.
“Target kami, sistem penyiraman otomatis ini diterapkan secara bertahap di seluruh pilar taman pusat kota dan taman aktif. Ini bentuk modernisasi pemeliharaan ruang hijau kita,” tambah Pipie.
Meski membantu memastikan penyiraman berlangsung lebih teratur, sistem otomatis tetap membutuhkan dukungan sumber air yang memadai, pompa dan sensor yang berfungsi, serta pemeliharaan jaringan penyiraman. Dengan dukungan tersebut, sistem diharapkan dapat mengurangi kendala yang muncul dalam penyiraman manual sehingga tanaman tetap sehat dan terawat selama musim kemarau.
Wali Kota Agustina menilai perawatan taman perlu mendapat perhatian ekstra selama musim kemarau agar fungsi taman sebagai ruang publik tetap nyaman bagi masyarakat.
“Musim kemarau membuat kebutuhan perawatan taman menjadi lebih besar. Kita perlu memastikan taman-taman kota tetap terawat dan nyaman. Karena itu, pemanfaatan teknologi seperti sistem penyiraman otomatis perlu terus dikembangkan,” ujarnya
Ia menempatkan inovasi ini sebagai bagian dari pengembangan konsep Smart Park dalam pembangunan Smart City Kota Semarang. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus berorientasi untuk menjawab kebutuhan dalam pengelolaan fasilitas publik.
“Pemanfaatan teknologi harus menjawab kebutuhan di lapangan. Taman kota harus tetap terawatt dan nyaman digunakan masyarakat, sekalipun kita menghadapi musim kemarau,” tuturnya.
Agustina juga mengajak masyarakat ikut menjaga taman dan fasilitas yang telah disediakan pemerintah sebagai ruang publik bersama.
“Teknologi membantu pemerintah merawat kota, tetapi keberlanjutannya butuh kepedulian bersama. Mari kita jaga taman-taman ini agar tetap asri, sejuk, dan nyaman untuk kita semua,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....