Bunga Tabebuya yang Bermekaran Percantik Jalan Madukoro
- 21 Agt 2026 18:29 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Keberadaan bunga tabebuya yang bermekaran mempercantik sepanjang Jalan Madukoro, Kota Semarang merupakan bagian dari program penghijauan Kota Semarang. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang menyebut penanaman pohon di kawasan tersebut mulai dilakukan sekitar 2022-2023, dengan dukungan dari sejumlah pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati mengatakan secara keseluruhan, terdapat sekitar 9.000 pohon yang ditanam melalui program tersebut. Jenisnya beragam, tidak hanya tabebuya, tetapi juga pohon pule, asem, hingga trembesi yang disebar di sejumlah kawasan Kota Semarang.
"Pesebaran bunga tabebuya ada di Kaligarang, Wahidin, Pamularsih dan sepanjang Jalan Banjir Kanal Barat. Ke depan kami akan tanam juga di sepanjang Banjir Kanal Timur," katanya, Jumat 21 Agustus 2026.
Menurut Pipie sapaanya, bunga tabebuya menjadi salah satu tanaman yang cukup mudah dikembangkan di Kota Semarang. Pohon tersebut justru cenderung lebih mudah berbunga ketika mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.
"Perawatan bunga tabebuya itu paling gampang. Semakin panas semakin dia tumbuh dan semakin berbunga. Kalau tidak panas malah tidak berbunga, seperti bougenville," imbuhnya.
Ke depan, Pemkot Semarang sedang mengkaji penanaman pohon dilakukan dengan jenis yang seragam di sudut-sudut kota. Setiap pohon yang ditanam akan disesuikan dengan mempertimbangkan karakter wilayah.
Pipie mencontohkan di wilayah Semarang Utara yang memiliki persoalan rob membutuhkan jenis tanaman yang lebih tahan terhadap air asin. Ketapang kencana menjadi salah satu jenis yang dipertimbangkan untuk kawasan tersebut.
"Program Wali Kota Semarang nanti akan Ada penanaman 1.000 pohon. Konsepnya, setiap wilayah akan memiliki tema sendiri untuk jenis tanamannya. Misalnya di Jalan Gajah Mada, Pemuda, dan Pandanaran itu jenis tanamannya apa sedang kami kaji," katanya.
Sementara, Ira warga mranggen kabupaten demak bersama suaminya memang sengaja datang ke Jalan Madukoro untuk berburu foto. Keindahan tabebuya yang sedang bermekaran membuat keduanya sibuk mengabadikan setiap sudutnya lewat kamera ponsel.
"Karena aku dan suami suka foto-foto objek, kita memang sengaja ke sini untuk ambil video dan foto bunga tabebuya," ujarnya.
Menurutnya, pedestrian Banjir Kanal Barat (BKB) dengan pemandangan bunga tabebuya bermekaran seperti sedang menikmati suasana di Negeri Sakura Jepang. Ia berharap kawasan tersebut bisa ditata lebih baik. Keindahan bunga tabebuya menurutnya akan semakin terasa jika kebersihan lingkungan, terutama di sekitar bantaran sungai turut diperhatikan.
"Warnanya cantik. Menambah estetika kota. Kalau jalan-jalan di sepanjang area pedestrian serasa kayak di Negeri Sakura," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....