HUT ke-75, IBI Kabupaten Semarang Dorong Bidan Berinovasi tanpa Tinggalkan Empati

  • 21 Agt 2026 14:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Semarang mendorong para bidan terus berinovasi mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, peningkatan kompetensi tersebut tetap harus diiringi empati dan keikhlasan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam puncak peringatan HUT ke-75 IBI tingkat Kabupaten Semarang yang berlangsung di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai atraksi kesenian serta peragaan busana batik lokal oleh anggota IBI dan Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Semarang.

Acara tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Semarang, Peni Yulianingsih Ngesti Nugraha. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Dwi Syaiful Noor Hidayat, Kepala DP3AKB Dewanto Leksono Widagdo, Ketua IBI Jawa Tengah Istirochah, serta ratusan anggota IBI.

Peringatan HUT IBI ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Semarang Rudi Susanto yang mewakili Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada perwakilan anggota IBI senior sebagai simbol penghargaan atas pengabdian para bidan.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Rudi Susanto, Bupati Semarang mengatakan, peringatan Hari Bidan Internasional yang dirangkai dengan HUT IBI menjadi momentum untuk mengingat kembali berbagai tantangan yang dihadapi bidan. Tantangan tersebut terutama berkaitan dengan upaya memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan dan terpencil.

Sementara, Ketua IBI Kabupaten Semarang Veronika Winarni menegaskan, kepedulian dan empati merupakan bagian penting yang tidak boleh hilang dalam pelayanan kebidanan. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi justru harus menjadi dorongan bagi bidan untuk semakin meningkatkan kualitas pengabdian.

"Kami akan tetap adaptif professional. Namun, tidak meninggalkan keikhlasan hati memberikan pelayanan kesehatan," katanya.

Ia mengatakan, bidan harus mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dalam dunia kesehatan tanpa mengesampingkan sisi kemanusiaan. Sikap peduli dan empati kepada pasien dinilai tetap menjadi landasan utama dalam memberikan pelayanan.

Sementara itu, Ketua IBI Jawa Tengah, Istirochah mengimbau para bidan untuk terus melakukan inovasi guna menjawab dinamika kebutuhan pelayanan kesehatan. "Jalin kerja sama dengan tim penggerak PKK dan instansi lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak," ucapnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat. Dengan inovasi, kerja sama, serta tetap mempertahankan empati, IBI berharap para bidan mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Semarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....