Wali Kota Semarang: Atlet Disabilitas Simbol Harapan dan Kerja Keras
- 20 Agt 2026 14:51 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melepas kontingen atlet pelajar disabilitas Kota Semarang yang akan berlaga di Peparpeda Jateng 2026 di Surakarta pada 19 Agustus 2026.
- Agustina menekankan pentingnya keberanian bertanding, kemauan berlatih, dan kemampuan bangkit dari kesulitan sebagai bagian penting dari prestasi seorang atlet disabilitas.
- Wali Kota menilai para atlet yang berangkat merupakan anak-anak dengan kelebihan, potensi, dan prestasi yang patut dibanggakan oleh Kota Semarang.
RRI.CO.ID., Semarang-Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meminta para atlet disabilitas Kota Semarang yang akan berlaga dalam Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Jawa Tengah 2026 untuk menikmati setiap proses selama menjalani pertandingan. Menurutnya, keberanian bertanding, kemauan berlatih, dan kemampuan bangkit dari kesulitan merupakan bagian penting dari prestasi seorang atlet.
Pesan tersebut disampaikan Agustina saat melepas kontingen atlet pelajar disabilitas Kota Semarang yang akan mengikuti Peparpeda Jateng 2026 di Surakarta, Rabu 19 Agustus 2026, di Balaikota Semarang. Ia menilai para atlet yang berangkat merupakan anak-anak yang memiliki kelebihan, potensi, dan prestasi yang patut dibanggakan.
Ia mengatakan, para atlet akan mendapatkan dukungan dari pelatih, pendamping, official, tim pendukung, hingga petugas lapangan selama mengikuti rangkaian kegiatan. Dukungan tersebut diharapkan membuat atlet dapat menjalani perjalanan dan proses latihan maupun pertandingan dengan lebih nyaman.
“Yang penting yang ada dalam benak itu adalah berlatih sebaik-baiknya untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin. Kalian adalah simbol dari harapan, simbol kerja keras, simbol dari kegotongroyongan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, perjalanan seorang atlet tidak selalu mudah karena terdapat latihan yang melelahkan, rasa bosan, hingga hasil pertandingan yang terkadang tidak sesuai dengan harapan. Namun, kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari proses yang harus dihadapi setiap atlet dalam mencapai prestasi.
Agustina meminta para atlet tidak memendam kesulitan yang dihadapi selama berada dalam pemusatan latihan maupun pertandingan. Para atlet diminta berkomunikasi dengan pelatih, pendamping, dan rekan satu kontingen agar dapat saling memberikan dukungan ketika menghadapi kelelahan maupun tekanan pertandingan.
Selain mengejar kemenangan, ia juga berpesan agar para atlet menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati lawan. Ia meminta atlet tetap rendah hati ketika meraih kemenangan dan pulang dengan kepala tegak apabila hasil pertandingan belum sesuai dengan harapan.
“Menanglah dengan rendah hati, jika hasil pertandingan belum sesuai harapan, pulanglah dengan kepala tegak. Sebab keberanian untuk bertanding, kemauan untuk terus berlatih, dan kesediaan untuk bangkit setiap kali menghadapi kesulitan adalah bagian dari prestasi seorang atlet,” katanya.
Keikutsertaan kontingen Semarang dalam Peparpeda dapat mendorong semakin banyak penyandang disabilitas di Kota Semarang untuk berani mencoba olahraga, menemukan bakat, dan mengembangkan kemampuan sesuai cita-cita. Ia meminta para atlet membawa nama Kota Semarang dengan semangat tinggi dan memberikan kemampuan terbaik selama berada di arena pertandingan.(imm)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....