Evakuasi Pendaki Gunung Slamet Selesai, Jenazah Tiba di Basecamp Permadi Guci
- 19 Agt 2026 08:42 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pemalang – Proses evakuasi jenazah M. Fahri Maulana (16), pendaki asal Sirampong, Kabupaten Brebes, yang jatuh ke kawah Gunung Slamet, akhirnya selesai. Jenazah tiba di Basecamp Permadi Guci pada Rabu, 19 Agustus 2026 dini hari sekitar pukul 02.15 WIB.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan seluruh proses evakuasi berjalan lancar. “Selanjutnya akan dibawa ke Puskesmas Bumijawa Tegal untuk diperiksa lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga,” ungkapnya.
Menurut Budiono, proses evakuasi hingga perjalanan turun dari kawasan Gunung Slamet tidak mengalami hambatan berarti. “Cuaca cerah dan semua unsur tim SAR gabungan bersinergi dengan baik,” katanya.
Proses evakuasi melibatkan hampir 100 personel dari berbagai unsur SAR. Mereka terdiri atas Basarnas, Koramil, Polsek, pengelola sejumlah basecamp pendakian di sekitar Gunung Slamet, potensi SAR dari wilayah Tegal, Pemalang, dan Pekalongan, serta warga sekitar.
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi Fahri dari dasar kawah setelah korban ditemukan oleh tim assessment pada Selasa, 18 Agustus 2026 sore. Setelah berhasil dikeluarkan dari kawah, proses dilanjutkan dengan membawa jenazah turun melalui jalur pendakian Guci.
Budiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi. Menurutnya, sinergi berbagai pihak membantu mempercepat proses evakuasi korban.
“Kami ucapkan terima kasih banyak atas segala usaha dan kerja sama yang baik antarunsur dalam SAR gabungan dalam proses evakuasi ini, sehingga dalam waktu tak lama korban bisa dievakuasi dari kawah dan dibawa turun,” katanya.
Ia juga mengingatkan para pendaki agar lebih berhati-hati ketika berada di kawasan puncak maupun sekitar kawah Gunung Slamet. Kondisi medan yang memiliki risiko harus menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Tetap waspada. Kami imbau kepada pendaki untuk dapat lebih berhati-hati lagi agar tidak terulang kejadian serupa,” ucap Budiono.
Fahri sebelumnya mendaki Gunung Slamet bersama tiga rekannya pada Senin, 17 Agustus 2026 malam. Mereka kemudian mencapai puncak pada Selasa pagi dan memutuskan turun sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun, Fahri memilih turun belakangan dan masih berada di sekitar bibir kawah. Saat berada di lokasi tersebut, tanah yang dipijaknya diduga rapuh dan ambrol hingga membuat korban terjatuh ke dalam kawah dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Peristiwa tersebut disaksikan oleh pendaki lain yang kemudian melaporkannya ke pos Basecamp Bosapala Sawangan. Laporan selanjutnya diteruskan kepada Unit Siaga SAR Pemalang Kantor SAR Semarang untuk mendapatkan penanganan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....