Gerakan SEJUTA MIJEL di Salatiga, Ubah Limbah Jelantah Jadi Berkah Sosial

  • 19 Agt 2026 07:59 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Gerakan SEJUTA MIJEL (Sedekah Jelantah Untuk Amal) di Kota Salatiga telah menghimpun sekitar 2 ton minyak jelantah dari instansi pemerintah dan masyarakat. Pengumpulan limbah minyak goreng bekas tersebut tidak hanya mengurangi potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga menjadikannya bernilai ekonomi dan sosial melalui mekanisme sedekah.

Minyak jelantah yang tidak dikelola berpotensi mencemari tanah dan saluran air jika dibuang sembarangan. Karena itu, Pemerintah Kota Salatiga bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) mendorong masyarakat mengumpulkan minyak jelantah untuk disalurkan melalui titik penampungan sebelum diberikan kepada pihak pengolah.

Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, mengatakan SEJUTA MIJEL dibangun untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan limbah rumah tangga. Menurutnya, minyak jelantah yang selama ini dianggap tidak bernilai masih dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

"SEJUTA MIJEL adalah gerakan untuk mengajak masyarakat peduli sampah, bukan hanya mengurangi limbah, tetapi bagaimana sesuatu yang dianggap tidak bernilai dapat memberi berkah," ujar Retno saat memantau proses pengumpulan.

Retno menambahkan, gerakan tersebut juga diarahkan untuk membangun kebiasaan bersedekah sekaligus menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak aparatur sipil negara (ASN), organisasi perangkat daerah (OPD), hingga masyarakat untuk menyalurkan minyak jelantah rumah tangga melalui gerakan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga Yunus Juniadi, S.T., M.M., M.T. mengatakan keterlibatan ASN dan OPD menjadi salah satu sumber pengumpulan minyak jelantah. DLH menampung jelantah yang disetorkan sebelum selanjutnya diserahkan kepada TP PKK untuk diteruskan ke pihak pengolah.

"Alhamdulillah, banyak teman-teman ASN dari OPD yang memberikan jelantahnya ke DLH untuk kemudian kami serahkan kepada PKK," ungkap Yunus menjelaskan alur distribusi pengumpulan. Ia memastikan DLH akan terus menjadi fasilitator utama dan titik sentral penampungan minyak jelantah sebelum disalurkan ke pihak pengolah.

Pengumpulan dan pemilahan minyak jelantah dilakukan di Kantor DLH Kota Salatiga, Selasa 18 Agustus 2026. Selain minyak jelantah, wadah botol, tutup, dan kantong plastik juga dipilah berdasarkan kategorinya. Capaian sekitar 2 ton menunjukkan limbah rumah tangga tersebut dapat dikumpulkan dalam jumlah signifikan ketika tersedia mekanisme penampungan dan penyaluran yang jelas. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....