Generasi Muda: Kemerdekaan Wajib Diwujudkan dengan Pendidikan dan Kerja Layak
- 19 Agt 2026 04:49 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Makna kemerdekaan bagi generasi muda saat ini dinilai tidak cukup hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui akses pendidikan yang merata dan kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak.
Pandangan tersebut disampaikan mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes), Diah Ayu Novitasari, kepada RRI Semarang, Senin, 17 Agustus 2026. Menurutnya, tantangan kemerdekaan bagi generasi muda saat ini telah berkembang.
Jika dahulu perjuangan bangsa berfokus pada pembebasan dari penjajahan, kini kemerdekaan harus diikuti dengan kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk mengembangkan kehidupan. "Kemerdekaan kita sekarang sudah beda lagi, kita bebas untuk akses pendidikan, ekonomi dan lain-lain. Itu yang jadi masalah," kata anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa(BEM KM) Unnes itu.
Ia menilai akses pendidikan menjadi salah satu persoalan yang masih dekat dengan kehidupan generasi muda. Pendidikan yang telah ditempuh sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi, menurutnya, semestinya dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Namun, persoalan kembali muncul ketika mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi. Lulusan perguruan tinggi masih dihadapkan pada ketidakpastian mengenai pekerjaan dan masa depan.
"Setelah S1 kita jadi bingung. S1 sekarang, habis S1 ngapain?" katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari persoalan ketenagakerjaan. Pemerataan akses pendidikan perlu berjalan beriringan dengan tersedianya lapangan pekerjaan yang layak bagi lulusan muda.
Ia juga menyoroti masih adanya ketimpangan akses pendidikan. Menurutnya, banyak masyarakat yang memiliki keinginan untuk mendapatkan pendidikan yang layak, tetapi belum tentu memiliki kesempatan yang sama.
"Pengennya akses pendidikan yang merata. Banyak yang sebenarnya ingin dapat pendidikan yang layak, begitu juga pekerjaan yang layak," katanya.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kedua persoalan tersebut. Menurutnya, generasi muda membutuhkan kepastian bahwa pendidikan yang mereka tempuh dapat menjadi modal untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, terlebih, generasi muda merupakan kelompok penting dalam bonus demografi Indonesia.
Menurutnya, Indonesia belum sepenuhnya siap memberikan masa depan yang layak bagi generasi mudanya apabila persoalan pendidikan dan lapangan kerja belum terselesaikan. "Kalau dibilang sudah siap atau belum, jawabannya tetap belum," ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia. Optimisme tersebut muncul dari masih banyaknya anak muda yang aktif bergerak melalui organisasi, komunitas, maupun gerakan sosial.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan sosial menjadi bukti bahwa anak muda tidak hanya menunggu perubahan, tetapi juga berupaya mengambil peran. Semangat kemerdekaan juga perlu diwujudkan melalui keberanian generasi muda menyampaikan pendapat.
"Berani menyampaikan pendapat. Belajar untuk tidak apatis sama kebijakan yang bakal berdampak sama kehidupan kita nanti," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....