Pengelolaan Sampah di Kota Magelang Capai 95,7 Persen
- 17 Agt 2026 17:45 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Waste to Energy/Refuse Derived Fuel
- Pemkot magelang'
RRI.CO.ID, Kota Magelang - Pengelolaan sampah di Kota Magelang mencapai 95,7 persen. Sementara sekitar 4,3 persen sampah yang menjadi pekerjaan rumah tersendiri karena masih berpotensi dibakar maupun dibuang ke sungai.
“Pemerintah Kota Magelang menargetkan pada akhir 2026 dapat mencapai kondisi zero waste ( nol limbah).Untuk mewujudkan itu, Pemkot Magelang membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan pengelolaan sampah melalui program Waste to Energy/Refuse Derived Fuel (mengubah sampah menjadi energy),”kata Wali Kota Magelanmgh pada Sosialisasi Program Waste to Energy/Refuse Derived Fuel (RDF) dan Pengembangan Kolaborasi Pengelolaan Sampah,Jumat, 14 Agustus 2026.
Damar mengatakan, penyelesaian persoalan sampah tidak hanya bergantung pada pengangkutan, tetapi harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat di tingkat hulu. Penguatan di tingkat hulu menjadi fondasi. Sedangkan, edukasi pemilahan sampah perlu menjadi kebiasaan warga,.
Ia menambahkan, edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah terus diperkuat melalui berbagai program. Sementara pengelolaan di hilir membutuhkan dukungan teknologi dan kolaborasi bank sampah, kampung mandiri sampahdan fasilitas pengolahan lainnya harus bekerja sebagai satu sistem, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Damar mengatakan, Kota Magelang perlu memastikan sistem pengangkutan warga selaras dengan kapasitas pengolahan di TPST Regional. Alokasi kapasitas TPST Regional disebut mencapai 80 ton per hari.
“Paradigma pengelolaan pun diarahkan dari sekadar “membuang” menjadi “mengolah dan mengurangi”. Persoalan sampah tidak lagi semata-mata dapat dilihat dari sisi untung dan rugi, melainkan sebagai persoalan lingkungan dan sosial yang membutuhkan kehadiran negara," jelasnya.
Ia berharap, pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, sehingga volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat terus ditekan. Selainn itu,tercipta sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan (wied)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....