Awan Panas Guguran Merapi Sebabkan Kebakaran Vegetasi Hutan Merapi
- 29 Agt 2026 20:20 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Awan panas guguran Gunung Merapi
- Gunung Merapi
- vegetasi hutan Merapi Terbakar
RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Awan panas guguran Gunung Merapi yang terjadi pada Jumat 28 Agustus 2026 sekitar pukul 21.22 WIB, dengan jarak luncur sekitar 2000 meter, menyebabkan kebakaran hutan. Titik api yang terpantau terjadi di sisi barat laut Gunung Merapi .
“Pada Sabtu, (29/8) pagi terdapat laporan masyarakat adanya kejadian kebakaran di area Babadan (sisi barat laut utara), kemudian ditindaklanjuti dengan pengamatan di beberapa titik. Dari hasil pantauan terdapat asap, tetapi setelah pengecekan di sekitar lokasi telah padam,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Tutut Heri Wibowo yang dihubungi Sabtu malam 29 Agustus 2026.
Tutut mengatakan, luncuran awan panas guguran Gunung Merapi sejauh 2000 meter tersebut mencapai batas vegetasi di sekitar kawasan hutan. Namun, dari hasil pantauan petugas dari posko kebakaran hutam, api yang sempat membakar vegetasi tersebut tidak membesar
Pihaknya mengaku tidak bisa memperkirakan luasan vegetasi yang terbakar. Karena, petugas gabungan tidak bisa sampai di lokasi kebakaran, dikarenakan lokasi kebakaran di zona bahaya erupsi, yakni berjarak kurang dari tiga kilometer dari puncak Merapi.
Ia menambahkan, sebagai upaya mitigasi kebakaran hutan, pihaknya tetap memantauaik secara visual, peninjauan langsung ke lapangan. Selain itu, pemantauan juga dilakukan melalui Sistem Informasi Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan ( Sipongi)untuk memantau keberadaan titik api.
“Untuk pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan, Balai Taman Nasional Gunung Merapi menyiagakan pos koordinasi kebakaran hutan di Kantor Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Srumbung, Kabupaten Magelang. Selain itu dan menugaskan personil gabungan terdiri atas ASN, manggala agni, dan masyarakat mitra polhut/ masyarakat peduli api)untuk bersiaga,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala alai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi( BPPTKG)DIY, Agus Budi Santoso , membenarkan api yang sempat membakar vegetasi hutan tersebut, berasal dari luncuran awan panas guguran Merapi yang terjadi pada Jumat ( 28/8) sekitar pukul 21.22 WIB. Namun, api tersebutt tidak menjalar dan padam dengan sendirinya.
“Luncuran awan panas guguran Merapi dengan jarak luncur 2.000 meter membakar vegetasi hutan. Tetapi, kobaran api tidak menjalar kemana-mana, hanya sampai di situ saja,” ujar Agus.
Ia menambahkan, awan panas guguran Gunung Merapi dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter tersebut mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/ Putih). Selain itu, masih jauh dari permukiman penduduk.
Pihaknya berharap, masyarakat tetap tenang dan mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Merapi dan aktivitas masyarakat masih cukup aman. Karena, kejadian tersebut menandakan erupsi masih intensif, tetapi tetap waspada dan mengikuti aktivitas Merapi dari sumber yang dipercaya.
Selain itu, kejadian tersebut tidak berdampak pada masyarakat. Karena,status Gunung Merapi masih tetap di level III ( siaga), sejak 5November 2020 silam. (wied)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....