Usia 81 Tahun, Jateng Makin Sejahtera, Kemiskinan Terus Menurun
- 15 Agt 2026 17:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Memasuki usia ke-81 tahun, Provinsi Jawa Tengah menunjukkan capaian pembangunan yang semakin nyata dirasakan masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi global, angka kemiskinan terus menurun seiring pertumbuhan ekonomi yang tetap melampaui rata-rata nasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada Maret 2026 sebanyak 3,29 juta orang atau 9,21 persen dari total penduduk. Angka tersebut turun 59.390 orang dibandingkan September 2025 dan berkurang 81.250 orang dibandingkan Maret 2025.
Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said mengatakan tingkat kemiskinan pada Maret 2026 turun menjadi 9,21 persen. Persentase itu lebih rendah dibandingkan September 2025 yang mencapai 9,39 persen dan Maret 2025 sebesar 9,48 persen.
Penurunan kemiskinan berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang terus terjaga. Pada Semester I 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,80 persen secara kumulatif (c-to-c), lebih tinggi dibandingkan capaian nasional.
"Kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 14,50 persen atau sebesar 8,19 persen terhadap perekonomian nasional. Hal tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai kontributor perekonomian terbesar keempat secara nasional," kata Ali dalam jumpa pers daring, Rabu,5 Agustus 2026.
Kinerja ekonomi yang positif juga tercermin dari meningkatnya investasi yang masuk ke Jawa Tengah. Sepanjang Semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp48,54 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 213.217 orang dari 55.989 proyek.
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari menjelaskan investasi pada triwulan II 2026 mencapai Rp25,53 triliun atau tumbuh 10,88 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. "Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, Jawa Tengah tetap bertambah dan bertumbuh 10,88 persen dari triwulan pertama," ujarnya Rabu, 29 Juli 2026.
Dari total investasi tersebut, penanaman modal asing menyumbang Rp25,92 triliun atau 53,40 persen. Sementara penanaman modal dalam negeri mencapai Rp22,62 triliun atau 46,60 persen dari keseluruhan investasi yang terealisasi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan keberhasilan pembangunan tidak lepas dari semangat kolaborasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. "Maka kita punya semangat collaborative goverment (pemerintahan kolaboratif), karena kita tidak bisa sendiri-sendiri," ucap beberapa waktu lalu.
Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, yakni “Gumregut Nyawiji”. Tema itu menggambarkan tekad seluruh elemen untuk bergerak bersama membangun Jawa Tengah yang semakin maju dan sejahtera.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan filosofi “Gumregut Nyawiji” menekankan pentingnya gotong royong dalam pembangunan. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai capaian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat diharapkan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....