Jateng-Kaltim Jalin Kolaborasi Rp20,2 Triliun, Perkuat Perdagangan Hingga Pangan
- 06 Agt 2026 19:54 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Kalimantan Timur (Kaltim) resmi menjalin kerja sama lintas sektor dengan potensi ekonomi mencapai Rp20,2 triliun. Kolaborasi tersebut mencakup perdagangan, industri, jasa keuangan, ekonomi kreatif, dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga pangan.
Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud di Odah Etam, Kompleks Kantor Jabatan Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis 6 Agustus 2026. Penandatanganan juga diikuti kepala organisasi perangkat daerah, BUMD, asosiasi, serta bupati dan wali kota dari kedua provinsi.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan kerja sama tersebut diharapkan segera diwujudkan dalam program dan kegiatan konkret. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal dan dinamika geopolitik global.
Potensi kerja sama terbesar berasal dari sinergi sektor jasa keuangan melalui Bank Jateng dan Bank Kaltimtara. Kerja sama kedua BUMD tersebut diproyeksikan memiliki potensi aktivitas bisnis hingga Rp15 triliun per tahun.
Selain itu, Jamkrida Jateng dan Jamkrida Kaltim juga menjalin kerja sama penjaminan proyek melalui skema co-guarantee untuk mendukung pembangunan di IKN. Nilai proyek yang berpotensi didukung mencapai sekitar Rp1,34 triliun dengan proyeksi imbal jasa penjaminan sebesar Rp3,45 miliar per tahun.
Di sektor pangan, Jawa Tengah berpeluang memasok berbagai komoditas strategis ke Kalimantan Timur. Komoditas tersebut meliputi telur, daging ayam, bawang merah, dan beras dengan potensi transaksi mencapai sekitar Rp237,75 miliar.
Kerja sama juga diperluas pada sektor peternakan dan kesehatan hewan yang memiliki potensi ekonomi sekitar Rp2,1 triliun per tahun. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjamin ketersediaan pasokan antarwilayah.
Pada sektor industri dan perdagangan, kedua daerah mengantongi potensi kerja sama sekitar Rp36 miliar per tahun. Sementara di sektor kelautan dan perikanan, kolaborasi diarahkan untuk memperkuat rantai pasok dan perdagangan dengan nilai potensi sekitar Rp2,24 miliar per tahun.
Kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif juga menjadi bagian penting dalam kolaborasi tersebut. Potensi transaksi langsung diperkirakan mencapai Rp21 miliar per tahun dengan efek berganda ekonomi sekitar Rp36 miliar per tahun.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menilai kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi yang saling menguntungkan antara dua daerah dengan keunggulan berbeda. Kalimantan Timur memiliki sumber daya alam yang melimpah, sementara Jawa Tengah unggul dalam sektor industri pengolahan, UMKM, dan perdagangan.
Menurut Rudy, hubungan ekonomi kedua daerah selama ini telah berjalan dan saling melengkapi. Kalimantan Timur menjadi pasar bagi komoditas pangan dari Jawa Tengah, sedangkan Jawa Tengah membutuhkan pasokan energi dan bahan baku dari Kalimantan Timur.
Ia mencontohkan kebutuhan beras Kalimantan Timur yang sebagian besar dipasok dari Jawa Tengah. Sebaliknya, industri di Jawa Tengah membutuhkan pasokan batu bara dan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang menjadi komoditas unggulan Kalimantan Timur.
"Ini terobosan luar biasa dan mudah-mudahan juga bisa dicontoh di provinsi-provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Supaya kita tidak tergantung dengan APBN ataupun dana transfer pusat ke daerah," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....