Data Sensus Ekonomi 2026 Buka Peluang UMKM Masuk Rantai Pasok MBG

  • 14 Agt 2026 08:43 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan data dasar untuk penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran bagi pemerintah kota.
  • Data sensus ekonomi membuka peluang bagi UMKM untuk terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis melalui penguatan rantai pasok dengan dukungan produk dan jasa lokal.
  • Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang menekankan pentingnya data sensus dalam mengidentifikasi potensi, sebaran, dan kebutuhan pelaku usaha di Kota Semarang.

RRI.CO.ID., Semarang - Selain menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi, data Sensus Ekonomi 2026 juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terlibat dalam berbagai program pemerintah. Salah satunya melalui penguatan rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan dukungan produk dan jasa dari pelaku usaha lokal.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, mengatakan data yang diperoleh dari sensus ekonomi akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi, sebaran, serta kebutuhan pelaku usaha di Kota Semarang. Menurutnya, data tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.

"Dengan data yang didapatkan dari sensus ini, kita bisa memahami pelaku usaha, lokasi usaha, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi. Sehingga nantinya pemerintah dapat melakukan intervensi maupun kebijakan yang mampu meningkatkan kondisi perekonomian," katanya saat dialog bersama RRI, Selasa, 11 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, data yang akurat akan membantu pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian serta Dinas Koperasi dan UMKM dalam menyusun program pelatihan, pendampingan, akses permodalan, hingga promosi sesuai kebutuhan masing-masing sektor usaha. Dengan demikian, program pemberdayaan yang dijalankan tidak lagi bersifat umum, tetapi disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Selain itu, ia menilai hasil sensus ekonomi juga dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan UMKM dengan program-program strategis pemerintah. Menurutnya, pelaku UMKM di Kota Semarang memiliki peluang menjadi pemasok kebutuhan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

"Dengan data ekonomi UMKM di Kota Semarang, kita berharap produk-produk mereka bisa menjadi bagian dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis. Dampak ekonomi dari program nasional tersebut benar-benar dirasakan masyarakat dan tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar," ujarnya.

Ia juga mengimbau pelaku usaha agar tidak ragu memberikan data kepada petugas sensus. Ia menegaskan informasi yang dikumpulkan Badan Pusat Statistik dijamin kerahasiaannya, tidak berkaitan dengan perpajakan, dan semata-mata digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha di Kota Semarang untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan lengkap. Menurutnya, semakin akurat data yang terkumpul, semakin besar pula peluang pemerintah menghadirkan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian daerah.(Imm)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....