Belajar Jadi Pemimpin, Peserta Sespimmen Polri Bedah Persoalan di Demak
- 14 Agt 2026 05:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Demak – Menjadi pemimpin di lingkungan kepolisian tidak cukup hanya menguasai tugas dan fungsi organisasi. Kemampuan membaca karakter wilayah, memahami persoalan masyarakat, serta memetakan tantangan strategis juga menjadi bekal penting. Hal itu dipelajari peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 melalui studi lingkungan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Kegiatan Management Course (MC) Level III tersebut digelar di Aula Wicaksana Laghawa Polres Demak, Kamis, 13 Agustus 2026, sebagai bagian dari studi Organizational Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning (ES). Kegiatan ini dihadiri Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, Kasespim Polri Irjen Pol Midi Siswoko, peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, jajaran pejabat utama Polres Demak, serta perwakilan pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait.
Kapolres Demak mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk melihat secara langsung dinamika tugas kepolisian di wilayah. Menurutnya, karakteristik Demak yang beragam dapat menjadi bahan pembelajaran dalam memahami persoalan keamanan dan pelayanan masyarakat dari perspektif kepemimpinan.
Kabupaten Demak memiliki 14 kecamatan, 243 desa, dan enam kelurahan dengan luas wilayah mencapai 897,43 kilometer persegi. Wilayah tersebut dihuni sekitar 1,25 juta penduduk dengan karakteristik dan persoalan yang beragam.
“Setiap wilayah memiliki karakter. Setiap persoalan memiliki konteks, dan setiap keputusan membutuhkan kecermatan seorang pemimpin dalam membaca situasi,” kata Kapolres dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi wilayah menjadi bagian penting dalam menentukan langkah dan kebijakan kepolisian. Oleh karena itu, peserta didik tidak hanya diarahkan memahami teori kepemimpinan, tetapi juga belajar melihat persoalan secara langsung dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan lingkungan strategis.
Sementara itu, Kasespim Polri Irjen Pol Midi Siswoko mengatakan, studi OHA dan ES merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran kepemimpinan tingkat menengah di Sespimmen Polri. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda akademik, tetapi juga melatih kepekaan analitis dan kemampuan berpikir sistemik peserta didik.
“Seorang pemimpin tidak cukup hanya memahami tugas pokok dan fungsi internal organisasi. Pemimpin harus mampu mendiagnosis kesehatan organisasi secara objektif, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, serta memetakan peluang dan ancaman lingkungan strategis,” ujarnya.
Dalam studi tersebut, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk melihat berbagai aspek yang memengaruhi kondisi organisasi dan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah. Informasi dari pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi bagian dari bahan analisis peserta dalam memahami dinamika Demak secara lebih menyeluruh.
Kasespim Polri berharap hasil studi dapat membantu peserta membangun pola pikir strategis ketika menghadapi persoalan organisasi maupun lingkungan eksternal. “Melalui studi ini, para peserta diharapkan mampu membangun strategic mindset, meningkatkan kapasitas pengambilan keputusan berbasis analisis lingkungan, serta menyusun rekomendasi perbaikan yang implementatif dan berorientasi pada kinerja organisasi,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....