Luthfi Dukung World Cleanup Day, Penanganan Sampah Butuh Aksi Bersama
- 12 Agt 2026 00:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan World Cleanup Day (WCD) 2026 sebagai upaya memperkuat gerakan penanganan sampah di masyarakat. Persoalan sampah dinilai hanya dapat diselesaikan melalui aksi bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi saat menerima audiensi pengurus WCD Jawa Tengah di Semarang, Selasa 11 Agustus 2026. Pertemuan itu menjadi ajang memperkuat sinergi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Luthfi menegaskan bahwa kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menyelesaikan persoalan sampah. Karena itu, ia menilai World Cleanup Day dapat menjadi momentum untuk memperluas keterlibatan publik dalam menjaga lingkungan.
"Yang paling pokok adalah kesadaran. Makanya, kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik. Saya setuju, nanti kita dukung," kata Luthfi.
Ia berharap gerakan World Cleanup Day tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih yang dilakukan dalam satu momentum saja. Akan tetapi, aksi tersebut perlu terus dijalankan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak daerah di Jawa Tengah.
Luthfi juga mendorong keterlibatan bupati, wali kota, serta seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pengelolaan sampah. Kolaborasi yang kuat dinilai menjadi kunci untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik.
Di sisi lain, sejumlah daerah di Jawa Tengah telah melakukan inovasi penanganan sampah sesuai kebutuhan wilayah masing-masing. Salah satunya melalui pengembangan refuse-derived fuel (RDF) yang telah diterapkan di Kabupaten Cilacap dan Banyumas.
Ke depan, ia mendorong daerah lain untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah secara terpadu. Upaya tersebut penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan pemanfaatan sampah menjadi sumber daya yang bernilai.
Leader WCD Jawa Tengah, Septiany Punti Dewi, mengatakan rangkaian World Cleanup Day tahun kedelapan akan berlangsung mulai 17 Agustus hingga 28 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema Bebersih Pemuda-Pemudi untuk Memerdekakan Sampah.
Menurut Septiany, World Cleanup Day merupakan gerakan global yang dilaksanakan di lebih dari 200 negara dan Indonesia menjadi salah satu bagian dari gerakan tersebut. Jawa Tengah bahkan secara konsisten mencatatkan jumlah relawan terbanyak dalam pelaksanaan kegiatan itu.
"World Cleanup Day dilaksanakan di lebih dari 200 negara dan Indonesia menjadi salah satunya. Kebetulan tahun ini merupakan tahun kedelapan. Alhamdulillah, Jawa Tengah selalu mendapatkan peringkat pertama untuk jumlah relawan terbanyak," katanya.
Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah, dinas lingkungan hidup, komunitas, relawan, hingga masyarakat. Melalui audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, pihaknya berharap dukungan terhadap gerakan tersebut dapat diperluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....