Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BPI Siapkan Puluhan Ribu Bibit Mangrove
- 09 Jun 2026 19:27 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) turut berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang diselenggarakan di tingkat Provinsi Jawa Tengah maupun Kabupaten Batang. Mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat aksi nyata dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, upaya pelestarian lingkungan tidak cukup berhenti pada tingkat kesadaran dan pemahaman. Namun, hal itu harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat aksi kolektif dalam menghadapi perubahan iklim, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung terwujudnya Jawa Tengah yang bersih, sehat, berkelanjutan, rendah karbon, dan berketahanan iklim. Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan lingkungan yang dilaksanakan secara serentak di Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Batang.
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang bersama berbagai unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan pelajar melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang.
Kegiatan yang dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Batang, unsur Forkopimda, serta pelajar meliputi Apel Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026. Penanaman pohon secara simbolis. Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang, Rusmanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mendukung kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Batang.
“Kami mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, yang telah berkontribusi dalam kegiatan penanaman mangrove dan pengembangan kawasan hijau di Kabupaten Batang. Kolaborasi seperti ini menjadi modal penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, lestari, dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa 9 Juni 2026.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan tersebut, kata dia, PT Bhimasena Power Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyiapkan 30.000 bibit mangrove untuk mendukung pelestarian kawasan pesisir di Kabupaten Batang sepanjang tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 20.000 bibit dialokasikan untuk kegiatan penanaman baru.
Sementara 10.000 bibit lainnya diperuntukkan bagi kegiatan penyulaman guna memastikan keberlanjutan dan tingkat keberhasilan kawasan mangrove yang telah dikembangkan. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir, meningkatkan daya dukung lingkungan, mengurangi risiko abrasi, serta memperkuat upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Ia mengatakan, penanaman dan penyulaman mangrove juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan pesisir. Selain itu juga memperkuat habitat berbagai biota laut, serta berkontribusi terhadap penyerapan karbon sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan iklim jangka panjang.
General Manager Stakeholder Relations PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, menegaskan, BPI berkomitmen menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan iklim. “Kami menyambut baik ajakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengubah kesadaran menjadi tindakan nyata," ujarnya.
Bagi BPI, kata dia, keberlanjutan lingkungan bukan sekadar komitmen, tetapi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah dan ketahanan iklim. Pada tahun 2026, BPI menyiapkan 30.000 bibit mangrove, yang terdiri atas 20.000 bibit untuk penanaman baru dan 10.000 bibit untuk penyulaman.
Menurut dia, langkah itu sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Aryamir. Sebagai perusahaan yang tumbuh dan beroperasi di Kabupaten Batang, BPI percaya keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai apabila pertumbuhan ekonomi, keandalan energi, dan pelestarian lingkungan berjalan secara seimbang.
“Kami percaya bahwa tantangan perubahan iklim hanya dapat dihadapi melalui kerja sama yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, BPI akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan," ungkapnya.
Hal itu sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi IPP yang paling andal di Indonesia, kami berkomitmen memastikan keandalan pasokan listrik berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya. Komitmen tersebut merupakan bagian dari program konservasi pesisir yang dijalankan secara berkelanjutan oleh perusahaan.
Sepanjang tahun 2025, pihaknya telah menanam lebih dari 60.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Batang dan Pantai Utara Jawa. Pada tahun 2026, perusahaan melanjutkan inisiatif tersebut melalui penyediaan 30.000 bibit mangrove untuk kegiatan penanaman baru dan penyulaman guna memperkuat keberhasilan rehabilitasi kawasan pesisir serta mendukung ketahanan iklim jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....