Undip Siapkan Teknologi Water Treatment untuk Kabupaten Alor

  • 10 Agt 2026 20:16 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) menawarkan teknologi pengolahan air atau water treatment untuk membantu mengatasi kebutuhan air masyarakat di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Teknologi tersebut rencananya akan ditawarkan Undip kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman setelah sebelumnya mahasiswa Hubungan Internasional Undip, Adriano Jeconia Padama, menyampaikan persoalan masyarakat Alor secara langsung kepada Menteri Pertanian RI.

Hal itu terjadi saat kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Undip 2026 di Muladi Dome Semarang, Kamis 6 Agustus 2026. Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengatakan, Undip memiliki teknologi pengolahan air yaitu mesin Desalinasi yang telah diterapkan di sejumlah wilayah dan telah teruji.

"Undip punya teknologi yang sudah proven, sudah ada di Nusakambangan, di sebelas titik di pantai utara Jawa, di Sumatera Barat, di banyak titik-titik di Maluku," ujar Suharnomo dalam jumpa pers Senin 10 Agustus 2026.

Ia mengatakan, teknologi tersebut memungkinkan pengolahan air laut menjadi air yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Undip berharap teknologi serupa dapat diterapkan di Alor apabila pemerintah memberikan dukungan.

"Kami ingin sampaikan, Pak Menteri, Undip punya teknologi ini. Kalau Bapak berkenan, kita akan bangunkan juga di sana, karena sudah terbukti," katanya.

Menurut Suharnomo, penerapan teknologi mesin Desalinasi tersebut juga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan air tanah. Pemanfaatan air permukaan dari laut dinilai menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah kepulauan.

"Kalau itu bisa dilakukan, barangkali penggunaan air dalam tanah bisa lebih berkurang, karena kita menggunakan air permukaan," jelasnya. Selain teknologi pengolahan air, Undip juga melihat potensi lain yang dapat dikembangkan di Alor melalui riset yang dilakukan akademisi kampus.

Suharnomo menyebut Prof. Dr.Sc Anindya Wirasatriya, S.T., M.Si., M.Sc dari Oseanografi FPIK Undip telah melakukan penelitian selama sekitar lima tahun mengenai potensi air laut dingin di salah satu pantai di Alor. Potensi tersebut akan diperkenalkan melalui Festival ALaDin (Air Laut Dingin) yang dijadwalkan berlangsung pada 12-13 September 2026.

"Mungkin kata Mas Anin sebagai researcher mengatakan, ini the one and only in the world. Keren banget," ungkapnya. Suharnomo berharap pengembangan teknologi dan potensi sumber daya Alor dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, potensi tersebut diharapkan dapat membuka sumber penghidupan baru bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, keberanian Adriano menyampaikan persoalan daerah asalnya telah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara mahasiswa, perguruan tinggi dan pemerintah. "Mudah-mudahan ini momentumnya untuk membantu saudara-saudara kita di Alor," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....