Ahmad Luthfi: Mahasiswa Tak Hanya Agent of Change, Tapi Juga Social Control

  • 27 Jul 2026 12:58 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, baik sebagai agent of change, maupun social control dan sumber energi positif bagi kemajuan masyarakat. Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi usai membuka Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ke-XIX di Gedung Serbaguna Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Luthfi, penyelenggaraan Munas BEM SI menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan idealisme sekaligus merumuskan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. "Munas BEM Seluruh Indonesia ini merupakan perwujudan idealisme adik-adik mahasiswa, kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi agent of change, tetapi juga menjalankan fungsi social control dan menjadi energi positif dalam membangun wilayah," katanya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui nota kesepahaman bersama 77 rektor di Jawa Tengah. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung konsep collaborative government dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

Salah satu bentuk kolaborasi itu diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan pengembangan inovasi teknologi. Luthfi mencontohkan kerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) dalam pengembangan teknologi desalinasi yang mengubah air payau menjadi air minum layak konsumsi.

"Mahasiswa merupakan aset bagi wilayah kita. Mereka memiliki kemampuan dan inovasi yang bisa dimanfaatkan untuk memajukan daerah," ujarnya.

Selain mendorong inovasi, Pemprov Jawa Tengah juga terus memperluas kesempatan kerja melalui penguatan pendidikan vokasi. Menurut Luthfi, pemerintah telah menyiapkan berbagai jalur peningkatan kompetensi melalui sekolah menengah kejuruan (SMK) unggulan, politeknik, hingga Balai Latihan Kerja (BLK) agar lulusan memiliki daya saing di dunia kerja.

Ia menyebut iklim investasi di Jawa Tengah juga terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, nilai investasi di provinsi tersebut mencapai sekitar Rp110 triliun dengan serapan tenaga kerja hampir 250 ribu orang.

"Serapan tenaga kerja hampir 250 ribu masyarakat kita terserap. Di dalamnya tentu ada lulusan perguruan tinggi dan mahasiswa. Karena itu pembangunan wilayah harus dilakukan secara bersama-sama melalui kolaborasi semua pihak," ucapnya.

Luthfi berharap forum Munas BEM SI XIX dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang konstruktif. Hal ini berperan penting untuk mendukung pembangunan daerah maupun nasional, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....