Etika Berbangsa Tergerus di Era Digital, Firman Soebagyo Soroti Dampak Teknologi

  • 10 Agt 2026 13:40 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Penguatan Etika Berbangsa, jangan Benci Negara

RRI.CO.ID, Pati – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menilai perkembangan teknologi turut memengaruhi kemerosotan etika berbangsa di tengah perubahan sosial masyarakat. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penguatan pemahaman Pancasila agar masyarakat mampu menyikapi perkembangan zaman secara kritis dan bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Firman dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat bertema Penguatan Demokrasi Substansi dan Etika Berbangsa di Hotel Safin Pati, Senin, 10 Agustus 2026. Menurutnya, perubahan geopolitik, geoekonomi, dan teknologi memberikan pengaruh besar terhadap cara masyarakat memahami kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Etika berbangsa mengalami kemunduran karena dampak geopolitik, geoekonomi, dan teknologi sangat memengaruhi masyarakat Indonesia sekarang ini. Masyarakat harus betul-betul memahami perbedaan antara negara dan pemerintah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Firman.

Firman mengatakan kemajuan teknologi perlu diimbangi kemampuan masyarakat menyaring informasi serta memahami nilai kebangsaan secara lebih mendalam. Menurutnya, ketidakpuasan terhadap pemerintah tidak seharusnya membuat masyarakat kehilangan kecintaan terhadap negara dan tanah air.

Ia menilai keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk etika berbangsa sejak anak berada di lingkungan rumah. Nilai Pancasila perlu ditanamkan melalui keteladanan agar anak memiliki bekal menghadapi pengaruh lingkungan sosial dan perkembangan teknologi.

Firman menekankan penguatan etika berbangsa membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan generasi muda dalam menghadapi perubahan teknologi. Sikap kritis terhadap informasi harus berjalan bersama penghormatan terhadap negara, sesama warga, serta nilai-nilai Pancasila.

Melalui kegiatan penyerapan aspirasi tersebut, penguatan kesadaran kebangsaan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori. Penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dinilai menjadi langkah penting menjaga etika masyarakat di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Peserta kegiatan, Anita, menilai materi kebangsaan yang disampaikan Firman relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Menurutnya, pemahaman Pancasila penting agar anak muda tidak hanya mengenal nilai tersebut, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemaparan Pak Firman dan narasumber lain sangat menginspirasi, berkesan, serta mendidik generasi kita, terutama generasi Gen Z sekarang. Semoga anak-anak muda di Pati bisa lebih memahami arti Pancasila dan empat pilar melalui kegiatan sosialisasi tersebut,” ujar Ratu, sapaan akrabnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....