Lahan Seluas 2.000 Meter Persegi di Gunung Merapi Terbakar

  • 09 Agt 2026 22:14 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Kebakaran Hutan
  • Hutan Gunung Merapi

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Hutan di di kawasan Gunung Merapi, tepatnya di Resort Pengelolaan Taman Nasional Srumbung, Seksi Pengelolaan Taman Nasional 1 Magelang terbakar. Kebakaran yang terjadi Minggu siang, 9 Agustus 2029 tersebut membakar lahan seluas 2.000 meter persegi.

”Kami menerima laporan dari masyarakat adanya asap yang berasal dari kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, tepatnya di sekitar Kalibebeng, Ngori Kecamatan Srumbung,, Asap api tersebut muncul pada Minggu ( 9/8) sekitar pukul 11. 00 WIB,“ kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Heri Wibowo yang dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu mal (9/8/2026).

Heri mengatakan, setelah menerima laporan kebakaran tersebut pihaknya berkoordinasi denga Koramil dan Polsek Srumbung dan langsung mengecek lokasin kebakaran. Selain itu, pihaknya juga menurunkan tim yang terdiri atas Polisi Kehutanan, Manggala Agni dan masyarkat peduli api serty Koramil Srumbung dan Polsek Srumbung untuk melakukan pemadaman,

Menurutnya, dengan menggunakan berbagai alat, tim gabungan melakukan upaya pemadaman. Namun, upaya pemadaman tersebut sedikit mengalami kendala yakni, angin bertiup dengan kencang dan rumput dan semak yang kering menyebabkan api cepat membesar.

Setelah berjuang sekitara hampir tujuh jam, api yang membakar hutan di kawasan lereng Gunung Merapi tersebut berhasil dijinakkan. Tim gabungan dalam memadamkan pi menggunakan peralatan seperti kendaraan taktis pemadam kebakaran, alat pemadam kebakaran portable , sekop, parang dan sabit.

“Setelah berjuang sekitar tujuh jam atau sekitar pukul 18.45 WIB, api berhasil dipadamkan. Untuk memastikan tidak ada titik api, kami juga masih melakukan pemantauan,” ungkapnya.

Heri menambahkan, luasan hutan yang terbakar sekitar 2000 meter persegi dengan vegetasi berupa anggring, (tanaman liar berbentuk pohon), pinus, alang-alang dan semak belukar lainnya. Sedangkan penyebab kebakaran tersebut hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Untuk mengantipasi kejadian tersebut, pihaknya berharap kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan untuk tidak melakukan perapian. Selain itu, tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan, karena saat ini memasuki musim kemarau yang panjang. (wied)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....