Wali Kota Agustina Terima Kehormatan Tapak Suci di Muktamar XVI
- 09 Agt 2026 16:26 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menerima penganugerahan gelar Anggota Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah dari Ketua Umum PP Tapak Suci, Muhammad Afnan Hadikusumo. Penganugerahan berlangsung dalam Pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Sabtu 8 Agustus 2026.
Penghargaan serupa diberikan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Sementara itu,turut dianugerahkan gelar Pendekar Kehormatan sejumlah tokoh nasional dan daerah, meliputi Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, jajaran Anggota DPR RI Muhammad Syauqi, Juliyatmono, serta Aziz Subekti; serta Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan Dedi Irawan.
Selain itu juga pimpinan perguruan tinggi seperti Rektor UMY Achmad Nurmandi, Rektor UMS Harun Joko Prayitno, Rektor UNIMUS Masrukhi, dan Rektor UMP Jebul Suroso. Bagi Agustina, penghargaan tersebut merupakan amanah sekaligus pengikat tali silaturahmi untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
"Penghargaan ini sebagai pengingat bahwa pemerintah perlu terus hadir dan berkolaborasi bersama organisasi kemasyarakatan dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter," katanya. Pencak silat dinilai memiliki keunggulan khusus karena menyatukan ketangkasan fisik dengan pembentukan mental dan pengendalian diri.
"Pencak silat mengajarkan pentingnya mengendalikan diri sendiri. Pengembangan pencak silat tidak semestinya hanya diukur dari medali, melainkan dari pembentukan manusia yang berkarakter," tegasnya.
Muktamar XVI Tapak Suci menjadi forum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah pengembangan ke depan. Pembukaan Muktamar diisi rangkaian kegiatan yang memadukan nilai keagamaan, kebangsaan, olahraga, dan budaya. Selain pembacaan ikrar dan laporan organisasi, acara juga menampilkan atraksi Pencak Budaya Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Agustina berharap Muktamar XVI ini menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat pembinaan atlet, regenerasi pendekar, serta kualitas kompetisi pencak silat sebagai olahraga prestasi sekaligus kekayaan budaya bangsa. Pemerintah daerah harus hadir memberi ruang yang lebih luas bagi aktivitas positif anak muda.
"Tugas pemerintah bukan hanya membangun fasilitas. Pemerintah juga harus memastikan anak-anak muda punya ruang untuk berlatih, berkompetisi, berkarya, dan menemukan lingkungan yang membentuk mereka menjadi lebih baik," jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran peserta Muktamar dari berbagai daerah tidak hanya menghidupkan aktivitas ekonomi warga di sekitar lokasi kegiatan, tetapi juga memperkuat ekosistem Kota Semarang. "Kami ingin Kota Semarang bukan hanya dikenal sebagai tempat berlangsungnya sebuah acara, tetapi sebagai kota yang mampu menjadi ruang bertemunya gagasan, prestasi, budaya, dan masyarakat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....