Bupati Rembang Jenguk Siswa yang Diduga Keracunan MBG
- 06 Sep 2026 05:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang - Bupati Rembang Harno menjenguk sejumlah siswa SMA Negeri 1 Lasem yang menjalani perawatan di Puskesmas Lasem, Jumat, 4 September 2026 sore. Para siswa tersebut diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Kecamatan Lasem.
Saat menemui para siswa dan orang tua atau wali murid, Harno menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia mengatakan baru dapat menjenguk para korban karena sebelumnya memiliki agenda yang cukup padat.
“Jadi saya mohon maaf, karena kemarin saya belum bisa ke sini, karena kesibukan jadwal, ya baru ini bisa menjenguk,” kata Harno. Ia memastikan kunjungan tersebut untuk melihat langsung kondisi para korban dan mengetahui perkembangan penanganan kasus.
Harno juga ingin mendengarkan saran dan masukan dari para siswa maupun orang tua atau wali murid. Masukan tersebut akan menjadi bahan bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan terbaik.
Pemkab Rembang akan mengevaluasi seluruh prosedur penyediaan dan distribusi makanan MBG. Harno menegaskan penerapan standar operasional prosedur (SOP) harus menjadi perhatian agar keamanan makanan benar-benar terjamin.
“Pemkab Rembang akan mengevaluasi seluruh prosedur, agar standar operasional benar-benar diperhatikan. Mulai barang masuk, sampai distribusi, semua harus steril,” tegas Harno.
Harno memastikan biaya pengobatan para pasien ditanggung pemerintah melalui BPJS Kesehatan. Pemkab Rembang juga berkoordinasi dengan pengelola SPPG untuk mengevaluasi bahan makanan yang digunakan dalam program MBG.
Salah satu bahan yang menjadi perhatian adalah buah yang memiliki daya tahan relatif singkat. Harno meminta bahan makanan yang mudah rusak dihindari untuk mencegah kejadian serupa.
“Untuk mencegah kejadian serupa, Pemkab akan adakan rapat koordinasi minimal sebulan sekali. Sebagai pengingat bersama, buah misalnya pilih buah yang aman, kalau sekiranya cepat busuk, jangan,” ungkapnya.
SPPG Soditan juga telah mendapatkan sanksi dari Badan Gizi Nasional (BGN) berupa pemberhentian sementara selama 20 hari. Sanksi tersebut diberikan sebagai bagian dari tindak lanjut atas kasus dugaan keracunan yang terjadi di SMA Negeri 1 Lasem.
Hingga Sabtu, 5 September 2026 pagi, sebanyak 11 anak masih menjalani perawatan di Puskesmas Lasem. Jumlah tersebut merupakan bagian dari siswa yang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG.
Dugaan keracunan bermula pada Kamis, 3 September 2026 pagi ketika sejumlah siswa dan guru SMA Negeri 1 Lasem mengalami mual, muntah, dan diare. Gejala tersebut muncul setelah mereka mengonsumsi menu MBG yang diterima sehari sebelumnya.
Menurut informasi dari pihak sekolah, lebih dari 700 siswa dan guru mengalami gejala serupa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 orang mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Lasem.
Pemkab Rembang masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para korban. Evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG juga dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi. (Mif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....