Kemiskinan Jateng Turun 81 Ribu Orang di Tengah Pertumbuhan Ekonomi
- 06 Agt 2026 08:40 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah berkurang 81.250 orang dalam setahun terakhir. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,71 persen pada triwulan II 2026 atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29 persen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menunjukkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat sebanyak 3,29 juta orang atau 9,21 persen dari total penduduk. Angka tersebut turun 59.390 orang dibandingkan September 2025 dan berkurang 81.250 orang dibandingkan Maret 2025.
Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, mengatakan persentase kemiskinan juga mengalami penurunan secara konsisten. Tingkat kemiskinan pada Maret 2026 berada di angka 9,21 persen, turun dari 9,39 persen pada September 2025 dan 9,48 persen pada Maret 2025.
Menurut Ali, pengukuran kemiskinan dilakukan menggunakan metode pemenuhan kebutuhan dasar atau basic need approach. Metode tersebut mengukur kemampuan individu maupun rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar makanan dan nonmakanan.
Dari hasil penghitungan, garis kemiskinan di Jawa Tengah pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp596.676 per kapita per bulan. Sementara garis kemiskinan rata-rata rumah tangga miskin mencapai Rp2.571.674 per bulan.
“Berdasarkan garis kemiskinan tersebut, pada Maret 2026 terdapat sebanyak 3,29 juta penduduk miskin di Jawa Tengah. Dibandingkan September 2025 jumlah penduduk miskin turun 59.390 orang dan dibandingkan Maret 2025 turun 81.250 orang,” kata Ali dalam jumpa pers daring, Rabu 5 Agustus 2026.
BPS mencatat komoditas makanan masih menjadi penyumbang terbesar garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun perdesaan. Beras dan rokok kretek filter menjadi komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pengeluaran masyarakat miskin.
Selain itu, tingkat kemiskinan di perkotaan tercatat lebih rendah dibandingkan wilayah perdesaan. Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin di perkotaan mencapai 8,59 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 9,96 persen.
Di tengah tren penurunan kemiskinan tersebut, ekonomi Jawa Tengah juga menunjukkan kinerja yang kuat. Pada triwulan II 2026, perekonomian Jawa Tengah tumbuh 5,71 persen secara tahunan (year on year), melampaui capaian nasional sebesar 5,29 persen.
Secara triwulanan, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 1,72 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Adapun secara kumulatif semester I 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,80 persen.
Ali menambahkan, kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian nasional terus menguat. Saat ini Jawa Tengah menyumbang 8,19 persen terhadap perekonomian nasional dan 14,50 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa atau menempatkan Jawa Tengah sebagai kontributor ekonomi terbesar keempat di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....