Wali Kota Tinjau Renovasi MAN 1, 850 Warga Semarang Turut Terima Bantuan Bedah Rumah
- 05 Agt 2026 16:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Peningkatan kualitas pendidikan dan penyediaan hunian layak menjadi dua fokus yang terus didorong Pemerintah Kota Semarang. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan renovasi MAN 1 Kota Semarang sekaligus penyerahan bantuan renovasi rumah tidak layak huni(RTLH)bagi 850 warga penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2025.
Kedua agenda itu dihadiri Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bersama Anggota Komisi V DPR RI Mochamad Herviano Widyatama, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Krisseptiana Hendar Prihadi, serta jajaran Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III, Selasa, 4 Agustus 2026. Penyerahan bantuan BSPS berlangsung di Gedung Graha Sari, Gayamsari, sedangkan peninjauan dilakukan di lokasi rehabilitasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di MAN 1 Kota Semarang.
Agustina mengatakan, kualitas sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas ruang yang menjadi tempat masyarakat belajar dan tinggal. Menurutnya, keduanya merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi penerus.
"Saya percaya dua hal yang dibawa Mas Herviano pada kunjungan kali ini adalah dua hal paling penting yang dibutuhkan generasi penerus kita. Namanya ruang belajar dan ruang keluarga," ujarnya.
Ia menegaskan, percepatan penanganan rumah tidak layak huni maupun peningkatan fasilitas pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri sehingga dukungan pemerintah pusat, DPR RI, dan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Melalui sinergi pendanaan dari APBD, Program BSPS pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Pemkot Semarang menargetkan penanganan sekitar 2.500 rumah tidak layak huni sepanjang 2026. Dari APBD Kota Semarang sendiri dialokasikan rehabilitasi 1.000 rumah, terdiri atas 956 unit peningkatan kualitas dan 44 unit pembangunan rumah baru.
Di sektor pendidikan, Pemkot Semarang juga terus memperluas Program Sekolah Swasta Gratis sebagai upaya pemerataan akses pendidikan. Tahun 2026, program tersebut menjangkau 133 sekolah dengan sekitar 6.000 siswa yang terintegrasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencakup 129 sekolah.
Agustina juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota Komisi V DPR RI Mochamad Herviano Widyatama yang telah menjembatani aspirasi masyarakat bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta BP3KP Jawa III. Ia juga mengingatkan para penerima BSPS agar memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya karena rumah yang layak merupakan investasi sekaligus warisan terbaik bagi masa depan keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....