Hadirnya Kawasan Industri Kendal Turunkan Jumlah Warga Bekerja ke Luar Negeri

  • 04 Agt 2026 14:19 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK) berpengaruh signifikan terhadap penurunan warga Kendal yang bekerja ke luar negeri. Pasalnya, banyak warga Kendal yang memilih mencari pekerjaan di Kawasan Industri Kendal daripada bekerja ke luar negeri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kendal, Cici Sulastri mengatakan, jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kendal memang masih nomor dua di Jawa Tengah. Namun, tahun ini ada penurunan yang cukup signifikan.

"Tercatat di semester dua tahun ini, jumlah pekerja migran asal Kendal sebanyak 1.500 orang. Padahal di tahun 2025 kemarin, jumlah pekerja migran asal Kendal mencapai 3.500 orang," ujarnya.

Menurut Cici, keberadaan KIK banyak menyerap tenaga kerja lokal asal Kendal, sehingga minat warga Kendal untuk bekerja ke luar negeri semakin berkurang. Apalagi, ada prioritas untuk pekerja lokal asal Kabupaten Kendal.

"Harapannya, karena peluang kerja di Kendal cukup tinggi. Ada prioritas untuk penyerapan tenaga kerja lokal, agar warga Kendal bisa memanfaatkan peluang ini," ucapnya.

Pegawai fungsional Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah, Fitroh Anggoro mengatakan, ada pengaruh keberadaan KIK terhadap minat warga Kendal bekerja ke luar negeri. "Keberadaan KIK itu ada pengaruhnya terhadap penurunan jumlah PMI Kendal," katanya.

Hal ini bisa dilihat dari data beberapa tahun lalu, jumlah PMI Kendal mencapai 8.000 per tahun. Kemudian, di tahun 2025 terjadi penurunan sekitar 1.500 orang. (FR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....