Investasi Jateng Meningkat, Pengamat Tekankan Pentingnya Dampak bagi Masyarakat

  • 04 Agt 2026 13:12 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Investasi Jawa Tengah semester I 2026 menunjukkan tren positif meskipun menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
  • Kesuksesan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai nominal, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi.
  • Indikator kualitas investasi mencakup penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan pendapatan pekerja, penguatan UMKM, transfer teknologi, dan pemerataan investasi di berbagai wilayah.

RRI.CO.ID, Semarang – Pertumbuhan investasi di Jawa Tengah pada semester I 2026 menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Namun, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya nilai yang masuk, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Pengamat Ekonomi Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, Tri Widayati, mengatakan capaian investasi Jawa Tengah merupakan hasil dari berbagai faktor pendukung. Di antaranya perkembangan kawasan industri, ketersediaan tenaga kerja, letak geografis yang strategis, peningkatan pelayanan perizinan, hingga kebijakan nasional terkait hilirisasi dan relokasi industri.

"Jadi menurut saya kita kalau melihat angka investasi bukan sekedar wah investasinya besar gitu ya, tapi kalau enggak menetes pada masyarakat, ya percuma saja. Kalau mencermati angka investasi, yang kita pikir, apa sih, nanti dampaknya ke masyarakat," ujar Tri Widayati dalam Dialog Semarang Menyapa RRI Semarang, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurutnya, kualitas investasi perlu dinilai dari sejumlah indikator yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Mulai dari kemampuan menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan pekerja, memperkuat pelaku UMKM, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui transfer teknologi dan pemerataan investasi.

Tri menegaskan pembangunan ekonomi yang hanya berorientasi pada pertumbuhan angka investasi berisiko mengabaikan aspek sosial dan lingkungan. Padahal, keberlanjutan investasi sangat bergantung pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau kita hanya mengejar devisa, mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi tidak memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola, rusak nanti, nggak ada keberlanjutan. Jadi, intinya bahwa investasi itu bukan sekedar berapa rupiah yang masuk, namun seberapa besar manfaat ekonomi dan sosial yang akan diterima oleh Jawa Tengah," katanya.

Ia berharap investasi yang masuk ke Jawa Tengah mampu menciptakan efek berganda bagi masyarakat. Selain membuka lapangan kerja, investasi juga diharapkan memperkuat UMKM, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....