Luthfi Ultimatum BUMD Berkinerja Merah, Diminta Dongkrak Pendapatan Daerah

  • 03 Agt 2026 19:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang -Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengultimatum seluruh direksi dan dewan komisaris Badan Usaha Milik Daerah agar meningkatkan kinerja dan berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah. BUMD yang masih mencatatkan kinerja rendah diminta segera melakukan pembenahan di bawah pengawasan langsung Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Penegasan tersebut disampaikan Luthfi saat membuka Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Direksi dan Dewan Komisaris dalam Meningkatkan Kinerja dan Tata Kelola BUMD di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin 3 Agustus 2026. Menurutnya, BUMD harus menjadi motor penggerak pendapatan daerah di tengah tantangan fiskal yang semakin berat.

"BUMD kita harus punya daya dobrak untuk mengembangkan pendapatan di wilayah. BUMD yang masih di bawah garis merah, saya peringatkan agar rapat tersendiri dengan pengawasnya di bawah kendali Pak Sekda," kata Luthfi.

Ia menegaskan, pendapatan asli daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap BUMD dituntut memiliki inovasi, tata kelola yang profesional, dan orientasi pada hasil.

Berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, masih terdapat satu BUMD yang masuk kategori berkinerja kurang baik, yakni PT PRPP Jawa Tengah. Perusahaan tersebut diminta segera melakukan perbaikan agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah.

Menurut Luthfi, PT PRPP Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu ikon baru provinsi ini. Kawasan tersebut dinilai strategis untuk menjadi pusat kegiatan bisnis, pameran, hingga destinasi wisata berbasis pertemuan dan konvensi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bahkan menyiapkan pengembangan kawasan tersebut melalui pembangunan pusat pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran. Saat ini, upaya pencarian investor juga terus dilakukan untuk mempercepat pengembangan kawasan itu.

“Mereka saya ajak musyawarah untuk membahas kendalanya di mana. Kita juga berupaya mencarikan investor. Dirutnya saya tantang untuk bisa mengembangkan,” ujarnya.

Luthfi menilai keberhasilan BUMD tidak hanya diukur dari keuntungan perusahaan semata, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pendapatan daerah. Semakin kuat kinerja BUMD, semakin besar pula ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program pembangunan dan pelayanan publik.

Di tengah keterbatasan anggaran, tekanan fiskal, dan ketidakpastian ekonomi global, keberadaan BUMD yang sehat menjadi semakin penting. Karena itu, seluruh direksi dan dewan komisaris diminta memperkuat sinergi serta memastikan perusahaan daerah dikelola secara profesional dan produktif.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....