Kerja Sama Diteken, Proyek Mini Refinery Rp5 Triliun di Jepara Segera Terwujud

  • 17 Sep 2026 20:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — Investasi pembangunan mini refinery senilai Rp5 triliun di Kabupaten Jepara selangkah lagi terealisasi setelah investor asal Dubai, Uni Emirat Arab, menandatangani kerja sama dengan Perumda Aneka Usaha Jepara. Proyek strategis ini menjadi salah satu investasi energi terbesar yang masuk ke Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Komisaris Nusantara Petroleum and Petrochemical, Talal Ourfali, mengungkapkan proses penjajakan yang berlangsung hampir satu tahun kini memasuki tahap yang lebih konkret. Menurutnya, dukungan penuh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjadi faktor penting yang mempercepat realisasi kerja sama tersebut.

“Ini termasuk cepat. Pak Gubernur mendukung total,” kata Talal usai penandatanganan kerja sama di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis 17 September 2026.

Talal menjelaskan, komunikasi antara investor dan pemerintah daerah dimulai sejak kunjungan awal ke Jawa Tengah. Kesepakatan yang tercapai kemudian ditindaklanjuti melalui kerja sama antarbadan usaha sebagai fondasi pengembangan proyek.

Mini refinery yang akan dibangun memiliki kapasitas awal 10 ribu barel per hari. Investor bahkan menargetkan pengembangan kapasitas hingga 60 ribu barel per hari seiring meningkatnya kebutuhan dan peluang bisnis di sektor energi.

Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh proses investasi tersebut agar segera berjalan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, akan memberikan dukungan sesuai kewenangan agar proyek dapat direalisasikan tanpa hambatan berarti.

“Tentu saya sebagai gubernur sangat mengizinkan sekali. Akan kita support terkait dengan kegiatan ini,” ujarnya.

Luthfi mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Pertamina dan akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Langkah itu dilakukan untuk memastikan kepastian pasokan minyak mentah yang menjadi kebutuhan utama operasional mini refinery.

“Termasuk minyak mentahnya harus jelas dan pasti,” tegasnya. Kepastian bahan baku dinilai menjadi faktor penting agar investasi dapat berjalan sesuai rencana.

Menurut Luthfi, masuknya investasi dari Dubai menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Tengah. “Di saat geopolitik, di saat tekanan fiskal, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi,” katanya.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menambahkan, calon investor telah melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi proyek dan area pendaratan kapal pengangkut minyak. Hasil peninjauan menunjukkan lokasi yang disiapkan dinilai layak untuk mendukung operasional mini refinery.

Keberadaan proyek ini diproyeksikan membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan aktivitas ekonomi di Jepara. Selain itu, kerja sama tersebut juga diharapkan memperkuat peran BUMD sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah pada masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....