Perkuat Pembinaan Atlet, Tenis Meja Jateng Targetkan Kebangkitan Kejayaan

  • 02 Agt 2026 10:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Jawa Tengah bersiap mengembalikan kejayaan tenis meja melalui penguatan pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan. Upaya tersebut akan didukung dengan penyelenggaraan kompetisi rutin untuk menjaring sekaligus mengasah talenta-talenta muda potensial.

Komitmen itu ditegaskan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat melantik Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Tengah periode 2026-2030 di Wisma Perdamaian, Semarang, Sabtu 1 Agustus 2026. Menurutnya, kepengurusan baru harus mampu menghadirkan terobosan yang berdampak langsung pada pembinaan dan prestasi atlet.

Luthfi meminta PTMSI Jawa Tengah memperbanyak kegiatan dan turnamen di berbagai daerah sebagai bagian dari proses pembinaan. Semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar pula peluang menemukan atlet-atlet berbakat yang dapat dipersiapkan menjadi juara.

"Pengurus yang baru harus punya terobosan kreatif. Olahraga sekarang menjadi gaya hidup dan kebutuhan masyarakat, sehingga tenis meja harus semakin banyak kegiatan dan event rutin," katanya.

Ia menegaskan seluruh pengurus PTMSI di 35 kabupaten dan kota harus bersatu membangun ekosistem pembinaan yang kuat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan memberikan apresiasi kepada atlet yang mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Harapan untuk mengembalikan kejayaan tenis meja Jawa Tengah bukan tanpa alasan. Provinsi ini pernah menjadi salah satu kekuatan nasional dengan sederet prestasi yang membanggakan.

Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004, atlet Jawa Tengah Yon Mardiyono berhasil meraih medali emas nomor tunggal putra dan perunggu beregu putra. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaik tenis meja Jawa Tengah di tingkat nasional.

Empat tahun kemudian, Jawa Tengah kembali meraih medali perak beregu putra serta medali perunggu beregu putri dan ganda putra pada PON 2008. Keberhasilan itu mempertegas posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah yang diperhitungkan dalam cabang olahraga tenis meja.

Prestasi tersebut juga mengantarkan Yon Mardiyono memperkuat Indonesia pada ajang SEA Games 2005 dan 2007. Atlet asal Jawa Tengah itu turut menyumbangkan medali bagi Indonesia di tingkat Asia Tenggara.

Di tengah upaya mengembalikan kejayaan, potensi atlet muda Jawa Tengah terus bermunculan. Pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025, atlet muda Citra Rasmi berhasil mempersembahkan tiga medali emas dari nomor tunggal putri, ganda putri, dan beregu putri.

Besarnya potensi pembinaan juga terlihat dari antusiasme komunitas tenis meja di Jawa Tengah. Kejuaraan Gubernur Jawa Tengah Cup 2025 diikuti 362 atlet dari berbagai klub, menunjukkan basis atlet dan pencinta tenis meja masih sangat kuat.

Ketua Umum Pengurus Provinsi PTMSI Jawa Tengah, Lukas Arry Dwiko Utomo, mengatakan dibutuhkan pembinaan yang konsisten dan tata kelola organisasi yang profesional. Karena itu, pihaknya akan memperkuat sistem pembinaan sekaligus memperbanyak ruang kompetisi bagi atlet.

"Kami optimistis dan bertekad meraih prestasi tenis meja Jawa Tengah. Target kami pada PON 2028, tenis meja bisa menyumbangkan prestasi untuk Jawa Tengah," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....