Patungan, Warga Desa Tengengwetan Bangun Rumah untuk Warga Tuna Wisma
- 02 Agt 2026 06:06 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Gotong royong bantu bangun rumah warga tuna wisma wujud kepedulian sosial masyarakat
- Patungan, Warga Tengengwetan Bangun Rumah Untuk Warga Tuna Wisma
RRI.CO.ID, Pekalongan - Prihatin dengan kondisi yang dialami Ibu bersama empat anaknya yang terpaksa tinggal di gedung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) karena tak memiliki rumah. Warga Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, patungan bergerak secara Swadaya bangunkan rumah sederhana untuk tempat tinggal mereka.
Bermodal semangat gotong royong dan swadaya masyarakat, Pemerintah Desa Tengengwetan bersama warga, organisasi masyarakat Pemuda Pancasila, serta unsur TNI dan Polri mulai membangun rumah sederhana bagi keluarga tersebut di RT 01 RW 02 Dukuh Silumbu, Sabtu 1 Agustus 2026.
Pembangunan rumah itu diprakarsai langsung oleh Kepala Desa Tengengwetan, Rohmat. Menurutnya, kebutuhan tempat tinggal merupakan persoalan yang harus segera ditangani karena menyangkut hak dasar warga.
"Yang saya utamakan di sini karena memang mendesak, yaitu warga yang tidak punya tempat tinggal. Tujuannya supaya mereka punya tempat tinggal. Selama ini tinggal di BUMDes, tempatnya sempit dan kasihan karena anaknya empat," kata Rohmat.
Ia menjelaskan, keluarga tersebut sebelumnya tinggal bersama kerabat. Namun akibat persoalan keluarga, mereka akhirnya tidak lagi memiliki tempat tinggal tetap hingga meminta bantuan kepada pemerintah desa. Pembangunan rumah diperkirakan membutuhkan anggaran hampir Rp10 juta. Hingga hari pertama pembangunan, dana yang berhasil dikumpulkan baru sekitar Rp5 juta.
"Intinya warga minta tolong, ya saya tolong. Itu saja, seluruh dana tersebut berasal dari swadaya masyarakat tanpa menggunakan anggaran Dana Desa.
"Ini murni swadaya masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Tengengwetan, Mustofa, mengapresiasi kepedulian warga Dukuh Kendayaan dan Dukuh Silumbu yang secara sukarela menggalang bantuan bagi keluarga Ibu Nurmaulidya. Pengumpulan dana dilakukan dari pintu ke pintu dan hanya dalam satu malam berhasil menghimpun sekitar Rp5 juta. Aksi tersebut menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang sudah memberikan bantuan, baik tenaga, materi maupun nonmateri. Saya juga mengajak, siapa yang punya ilmu silakan menyumbangkan ilmunya, yang punya tenaga menyumbangkan tenaganya, yang memiliki rezeki menyumbangkan hartanya. Syukur-syukur kalau ketiganya bisa diberikan sekaligus," ujarnya.
Tak hanya fokus pada persoalan tempat tinggal, Pemerintah Desa Tengengwetan juga menjalankan Program Anak Tidak Sekolah (ATS). Warga berharap semangat gotong royong tetap menjadi karakter masyarakat desa Tengengwetan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....